Resiko Komplikasi Obat Penunda Haid, Jemaah Wanita Perlu Tahu

  • 06 Mei 2026 08:07 WIB
  •  Sorong

RRi.CO.ID, Sorong Selatan - Ada berbagai alasan mengapa seorang wanita memilih untuk mengonsumsi obat penunda haid atau menstruasi. Keputusan ini biasanya didasari oleh kebutuhan praktis, ibadah keagamaan (seperti umroh dan haji), acara penting, alasan medis, hingga kenyamanan pribadi.

Banyak jamaah wanita memilih mengkonsumsi obat penunda haid agar bisa menjalani seluruh rangkaian ibadah haji tanpa terlewat. Tapi perlu hati – hati, keputusan ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Di balik niat ibadah yang maksimal, ada resiko kesehatan yang bisa muncul jika tidak sesuai aturan.

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah, Mohammad Risky, mengingatkan bahwa obat penunda haid boleh digunakan asal sesuai dosis dan cara pakai yang benar. Faktanya, tim medis dilapangan masih menemukan kasus jamaah yang mengalami gangguan kesehatan akibat penggunaan yang tidak tepat.

Di kutip dari laman halodoc, meskipun umumnya aman, menunda haid dengan obat tetap memiliki beberapa risiko, terutama jika dilakukan terlalu sering atau tanpa pengawasan dokter:

Gangguan Siklus Menstruasi: Penggunaan obat penunda haid dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur setelah berhenti mengonsumsi obat.

Peningkatan Risiko Pembekuan Darah: Beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan pil KB kombinasi (yang juga bisa digunakan untuk menunda haid) dapat meningkatkan risiko pembekuan darah, terutama pada wanita dengan faktor risiko tertentu.

Efek Samping yang Lebih Serius: Dalam kasus yang jarang terjadi, penggunaan obat penunda haid dapat menyebabkan efek samping yang lebih serius, seperti masalah kardiovaskular.

Jika sudah terlanjur mengalami keluhan, jangan panik segera konsultasi ke dokter. Yang lebih penting, perlu diingat, wanita yang sedang haid tetap bisa menjalankan sebagian besar rangkaian ibadah haj, termasuk wukuf. Jadi tidak perlu memaksakan diri jika kondisi tubuh tidak memungkinkan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....