Mengelola Emosi saat Lapar dan Lelah di Bulan Puasa

  • 17 Feb 2026 15:41 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong- Tidak dipungkiri bahwa saat Bulan Ramadhan kita tidak hanya menahan lapar dan dahaga namun juga menahan amarah, mengendalikan diri, dan menjaga agar hati tetap tenang. Meski kita dianjurkan untuk seperti itu, namun dalam praktiknya seringkali rasa lapar memicu emosi kita menjadi tidak stabil. Wajar saja karena tubuh yang kekurangan energi memang dapat membuat seseorang lebih mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, dan bahkan cepat marah.

Utuk itu, penting bagi yang berpuasa untuk mengelola emosi saat kondisi fisik menurun. Karena menjaga emosi agar tetap stabil juga bagian dari menjaga kualitas puasa. Ketika kita mampu mengendalikan emosi, maka puasa kita juga akan lebih bermakna.

Lantas mengapa rasa lapar dan lelah bisa mempengaruhi emosi seseorang? Karena memang secara alami tubuh akan membutuhkan energi dari makanan saat berpuasa. Kekurangan energi bisa menurunkan kadar gula darah. Padahal kadar gula darah yang menurun akan membuat tubuh menjadi letih dan sebagian orang mengalami perubahan suasana hati. Penting untuk memiliki strategi untuk mengelola emosi dengan bijak meski dalam keadaan lapar untuk menjaga kualitas ibadah kita.

Adapun beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan adalah yang pertama menyadari dan mengakui perasaan. Jangan langsung menyalahkan keadaan. Saat kita merasa kesal dan lelah akui saja bahwa tubuh memang sedang beradaptasi saat puasa. Nah, kesadaran diri inilah merupakan langkah pertama untuk mengendalikan emosi.

Langkah kedua adalah dengan mengatur napas dan beri jeda untuk diri sendiri saat sedang emosi. Tarik napas dalam-da;am selama beberapa detik lalu hembuskan perlahan. Teknik ini mampu menenangkan sistem saraf dan menurunkan ketegangan. Langkah ketiga adalah dengan mengurangi aktivitas yang tidak penting. Jika memungkinkan hindari pekerjaan yang berat di siang hari.

Langkah keempat adalah gunakan waktu istirahat sebaik mungkin. Kita bisa melakukan power nap atau tidur sejenak selama 15-20 menit untuk memulihkan fokus dan memperbaiki suasana hati kita. Dan yang terpenting adalah perbanyak aktivitas spiritual. Banyak-banyaklah membaca doa, berdzikir, merenung, dan melakukan aktivitas ibadah lainnya. Karena aktivitas-aktivitas inilah yang akan memberikan ketenangan batin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....