Batu Ginjal vs Kencing Batu, Apa Bedanya?
- 15 Feb 2026 20:58 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Istilah batu ginjal dan kencing batu seringkali digunakan secara bergantian oleh masyarakat. Padahal, secara medis keduanya memiliki perbedaan dari sisi lokasi, gejala, hingga penanganannya.
Batu ginjal adalah kondisi terbentuknya endapan keras menyerupai batu yang berasal dari kristal mineral dan garam di dalam ginjal. Sementara itu, kencing batu merupakan istilah awam untuk kondisi ketika batu tersebut sudah turun ke saluran kemih, seperti ureter, kandung kemih, atau uretra, sehingga menimbulkan gangguan saat buang air kecil. Dengan kata lain, kencing batu sering kali merupakan kelanjutan atau dampak dari batu ginjal yang berpindah tempat.
Penyakit ini dapat dialami siapa saja, namun lebih sering terjadi pada orang dewasa usia 30–60 tahun. Risiko akan meningkat pada seseorang yang kurang minum air putih, sering menahan kencing, memiliki riwayat keluarga dengan batu ginjal, obesitas, pola makan tinggi garam dan protein hewani, serta penderita gangguan metabolik tertentu. Pria juga dilaporkan lebih sering mengalami kondisi ini dibandingkan wanita.
Perbedaan utama terletak pada lokasi batu. Batu ginjal terbentuk dan berada di ginjal. Ketika batu bergerak turun melalui saluran kemih menuju kandung kemih atau tersangkut di ureter, kondisi tersebut lebih dikenal sebagai kencing batu. Lokasi batu inilah yang memengaruhi jenis keluhan yang dirasakan pasien.Batu ginjal berukuran kecil sering kali tidak menimbulkan gejala dan baru diketahui saat pemeriksaan kesehatan. Gejala biasanya muncul ketika batu membesar atau berpindah ke saluran kemih. Saat itulah penderita bisa mengalami nyeri hebat secara tiba-tiba, terutama di pinggang atau punggung bagian bawah, yang dapat menjalar ke perut bawah hingga selangkangan.
Batu terbentuk akibat penumpukan mineral seperti kalsium, oksalat, dan asam urat yang mengkristal karena urine terlalu pekat. Kurangnya asupan cairan menjadi faktor utama. Selain itu, pola makan tinggi garam, gula, dan protein, infeksi saluran kemih, serta kondisi medis tertentu juga dapat memicu pembentukan batu.
Gejala batu ginjal umumnya berupa nyeri pinggang, mual, muntah, dan urine berwarna keruh atau bercampur darah. Pada kencing batu, keluhan lebih terasa saat buang air kecil, seperti nyeri, anyang-anyangan, urine tersendat, atau bahkan tidak bisa kencing jika batu menyumbat total saluran kemih. Penanganan tergantung ukuran dan lokasi batu. Batu kecil dapat keluar sendiri dengan banyak minum air putih dan obat pereda nyeri. Namun, batu yang lebih besar mungkin memerlukan tindakan medis seperti terapi gelombang kejut (ESWL), endoskopi saluran kemih, atau operasi.
Dokter mengimbau untuk tidak mengabaikan gejala nyeri pinggang hebat yang datang tiba-tiba. Pemeriksaan seperti USG, rontgen, atau CT scan dapat membantu memastikan diagnosis. Pencegahan terbaik adalah menjaga kecukupan cairan dengan minum minimal dua liter air per hari, mengurangi konsumsi garam berlebih, serta menerapkan pola makan seimbang.
Memahami perbedaan batu ginjal dan kencing batu itu penting, agar tidak salah kaprah dan dapat segera mencari pertolongan medis saat gejala muncul. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah komplikasi serius seperti infeksi hingga kerusakan ginjal permanen. (grace)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....