Rayakan Imlek tanpa Lonjakan Gula Darah, Begini Caranya!

  • 15 Feb 2026 20:33 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Perayaan Imlek selalu identik dengan kebersamaan keluarga, hidangan melimpah, dan aneka kue manis yang menggugah selera. Namun di balik kemeriahan tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya mengontrol asupan gula, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang berisiko mengalami gangguan gula darah. Makanan khas seperti kue keranjang, manisan, hingga minuman manis sering menjadi sajian wajib saat Tahun Baru Imlek. Konsumsi berlebihan dalam waktu singkat dapat memicu lonjakan gula darah, peningkatan berat badan, hingga gangguan metabolisme.

Dalam budaya Tionghoa, makanan manis melambangkan harapan akan kehidupan yang lebih baik dan penuh keberuntungan. Kue keranjang atau nian gao menjadi simbol peningkatan rezeki dan kemajuan setiap tahun, sementara berbagai kue kering dan hidangan khas seperti lontong Cap Go Meh turut meramaikan meja makan keluarga. Meski sarat makna, kandungan gula dan karbohidrat sederhana yang tinggi pada makanan tersebut membuat konsumsinya perlu disiasati secara bijak agar tidak berdampak negatif bagi kesehatan.

Lonjakan gula darah sering kali terjadi tanpa disadari karena tidak selalu menimbulkan gejala langsung. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat menyebabkan cepat lelah, sering haus, sering buang air kecil, hingga gangguan penglihatan. Dalam jangka panjang, kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, dan kerusakan saraf. Oleh karena itu, menjaga pola makan selama perayaan menjadi langkah penting untuk mencegah dampak tersebut.

Alangkah baiknya, tetap menikmati perayaan dengan prinsip moderasi. Pengaturan porsi dan frekuensi makan menjadi kunci utama agar asupan gula tidak berlebihan. Mengimbangi makanan manis dengan konsumsi sayuran, buah rendah gula, serta sumber protein dapat membantu menstabilkan kadar gula darah. Selain itu, tetap aktif bergerak seperti berjalan santai setelah makan bersama keluarga dan memantau gula darah secara rutin bagi penderita diabetes juga sangat dianjurkan.

Pada akhirnya, Imlek adalah momentum untuk berbagi kebahagiaan, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan harapan baru. Dengan kesadaran akan pentingnya kontrol gula dan pola hidup sehat, kita dapat merayakan Tahun Baru Imlek dengan penuh sukacita tanpa harus mengorbankan kesehatan. Menjaga keseimbangan antara tradisi dan gaya hidup sehat menjadi langkah bijak agar perayaan benar-benar membawa keberuntungan di tahun yang baru. (grace)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....