Pertolongan Pertama Saat Hipertensi
- 17 Sep 2025 09:46 WIB
- Sorong
KBRN, Sorong: Tekanan darah tinggi atau hipertensi memiliki julukan silent killer. Hal ini karena hipertensi sering tidak menunjukan gejala yang jelas namun bisa menyebabkan tubuh mengalami komplikasi serius seperti stroke bahkan serangan jantung dan kerusakan pada ginjal. Seseorang bisa saja tiba-tiba mengalami lonjakan tekanan darah dengan tiba-tiba. Dan kondisi tersebut tentunya membutuhkan pertolongan pertama baik dilakukan oleh si penderita maupun orang lain.
1. Duduk tenang dan mengambil napas dalam-dalam
Jika terjadi lonjakan tekanan darah secara tiba-tiba yang bisa dilakukan si penderita adalah duduk dengan nyaman. Jangan tiduran dalam posisi datar karena bisa meningkatkan tekanan. Penderita bisa secara perlahan menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan.
2. Segera cek tekanan dara dengan alat yang sudah tersedia
Jika tersedia tensimeter digital/manual, segeralah ukur tekanan darah. Penting juga untuk mencatat angka dan waktu pengukuran. Dan ulangi pengukuran setelah 5-10 menit agar mendapatkan hasil yang akurat.
3. Mengkonsumsi obat penurun tekanan darah
Biasanya penderita hipertensi sudah ada obat yang sudah diresepkan oleh dokter. Jangan meminum obat tanpa anjuran dokter. Biasanya obat yang idresepkan adalah amlodipine, captopril, dan nifedipin.
4. Mengompres dengan suhu dingin pada bagian leher dan kepala
Kompres dingin ini bisa menenangkan sistem saraf dan mampu menurunkan tekanan darah. Caranya bisa menggunakan kain bersi yang sudah dibasahi air dingin atau membuat kantong es batu. Kemudian tempelkan di bagian belakang leher, kening, dan pelipis.
5. Hindari makanan asin dan berkafein
Saat tekanan darah tinggi, perlu menghindari makanan yang asin, kopi, dan teh. Hal ini karena bisa memperparah tekanan darah. Lebih baik mengkonsumsi air putih hangat atau biasa. Hindari juga rokok dan juga minuman beralkohol.
6. Jangan panik
Jangan panik apabila terjadi lonjakan tekanan darah. Jangan menggandakan obat yang sudah diresepkan sesuai dosis oleh dokter, jangan meminum sembarang obat, dan jangan biarkan penderita sendiri atau harus mendampingi si penderita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....