Waspada Masalah Kesehatan Gigi Pada Anak

  • 13 Sep 2025 09:22 WIB
  •  Sorong

KBRN, Teminabuan : Masalah gigi anak merupakan satu dari sekian banyak kondisi klinis yang membutuhkan perhatian khusus dari orang tua. Kondisi rongga mulut ini umumnya terjadi akibat kelalaian orang tua itu sendiri. Padahal kesehatan mulut anak perlu diperhatikan bahkan sebelum gigi susu mulai tumbuh.

masalah kesehatan gigi pada anak sering muncul diam – diam, tapi dampaknya bisa jangka panjang.

Di lansir dari berbagai sumber, beberapa masalah gigi yang sering dialami anak:

1. Gigi berlubang ( karies)

Gigi berlubang atau yang biasa disebut karies ini adalah masalah gigi anak yang paling sering ditemui, Hasil riset kesehatan dasar 201, bahwa masalah kesehatan gigi yang terbanyak (45,3%) adlah sakit gigiakibat berlubang, rata – rata dialami oleh anak usia 3 – 14 tahun.

Anak harus dibiasakan untuk membersihkan rongga mulut, lidah, dan giginya maka kecil kemungkinan si kecil akan mengalami gigi berlubang.

2. Radang gusi

Gangguan pada gusi bisa terjadi akibat kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga. Umumnya radang gusi dapat terjadi pada anak yang mengalami kekurangan vitamin C disertai dengan perawatan gigi yang buruk. Radang gusi biasanya ditandai dengan adanya gusi berdarah dan sariawan. Tidak berbeda jauh dengan karies gigi, radang gigi juga disebabkan oleh penumpukan plak pada gigi.

3. Gigi tumbuh tidak rapih

Susunan gigi yang tidak rapi dapat disebabkan faktor genetik atau tanggalnya gigi susu sebelum waktunya. Jika gigi susu tanggal terlalu cepat, dokter gigi biasanya membuatkan space maintainer untuk menjaga ruang bagi gigi tetap. Sebaliknya, gigi susu yang tidak tanggal tepat waktu juga dapat menyebabkan gigi tetap tumbuh di posisi yang salah. Dalam kasus ini, pencabutan gigi susu oleh dokter diperlukan untuk memastikan pertumbuhan gigi tetap berjalan dengan baik.

4. Gigi susu terlalu cepat copot

Gigi susu yang lepas lebih cepat dari waktu semestinya bukan sekadar persoalan kehilangan satu bagian, tetapi bisa memicu berbagai gangguan dalam perkembangan mulut anak seperti , pertumbuhan gigi tetap menyimpang Jalur, gangguan struktur rahang dan pola gigitan, menurunya rasa percaya diri pada anak karena suusnan gigi yang tidak lengkap. Gigi susu yang lepas sebelum waktunya bukan sekadar persoalan ringan. Jika tidak ditangani secara tepat, kondisi ini bisa memicu gangguan pada pertumbuhan gigi pengganti, mempengaruhi susunan rahang, dan menurunkan rasa percaya diri anak. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua memahami peran krusial gigi sementara dan sigap merespons setiap tanda tidak biasa. Segera temui dokter gigi jika anak mengalami gigi copot dini, terlebih jika disertai rasa nyeri, pembengkakan, atau keluhan lainnya.

5. Bau mulut pada anak

Dikutip dari Dental Choice , permasalahan nafas tidak sedap atau bau mulut ini disebabkan oleh bakteri yang hidup di dalam mulut. Koloni bakteri ini memakan sisa makanan, cairan dan plak saat si kecil makan. Bakteri tersebut lalu menghasilkan hidrogen sulfida, yang menyebabkan bau tak sedap di mulut.

Menjaga kesehatan mulut dan gigi anak sangat penting dilakukan sejak dini, untuk mencegah permasalahan gigi dan mulut yang bisa muncul di kemudian hari. Rajin-rajinlah menggosok gigi dan berkumur terutama setelah memakan makanan atau minuman manis, berikan contoh kebiasaan sehat di rumah dan konsultasikan kepada dokter gigi anak berpengalaman jika ada masalah mulut atau gigi anak yang mengganggu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....