Mari Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus
- 27 Jun 2025 08:10 WIB
- Sorong
KBRN, Teminabuan: Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan anak-anak yang memiliki karakteristik atau kondisi khusus yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Istilah anak berkebutuhan khusus biasanya ditentukan oleh apa yang tidak bisa dilakukan seorang anak. Misalnya, pencapaian perkembangan fisik, mental-intelektual, maupun emosional yang belum terpenuhi. Kemudian makanan yang dilarang ataupun aktivitas yang dihindari.
Dikutip dari berbagai sumber, Anak berkebutuhan khusus ada beberapa jenis, dan cara penanganannya juga berbeda. Penting untuk mengetahui jenis dari kebutuhan khusus untuk menentukan cara menanganinya. Berikut adalah beberapa jenis klasifikasi anak berkebutuhan khusus :
· Autisme, ini merupakan gangguan yang mempengaruhi kemampuan individu dalam berinteraksi berkomunikasi, dan berperilaku. Autistic biasanya mengalami gangguan perkembangan pada komunikasi, interaksi sosial dan perilaku yang terbatas dan berulang.
· Gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), ini adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai oleh kesulitan memusatkan perhatian, kurangnya kemampuan memperhatikan dan kontrol perilaku yang ditandai munculnya hiperaktivitas dan perilaku impulsif yang sulit ditahan.
· Gangguan perilaku atau conduct disorder merupakan gangguan yang meliputi agresi terhadap orang lain dan binatang, menghancurkan barang kepemilikan, berbohong atau mencuri, dan pelanggaran aturan yang serius. Gangguan perilaku disebabkan banyak hal dan umumnya tidak terdeteksi saat bayi. Namun pada saat anak mulai beranjak dewasa, perilakunya bisa mulai terlihat, misalnya senang menyiksa binatang atau memukul anak lain. Gangguan perilaku yang tidak ditangani dapat berujung kepada aksi kriminal di usia dewasa.
· Gangguan komunikasi merupakan gangguan perkembangan bicara dan bahasa yang ditandai kesulitan dalam menghasilkan bunyi/suara, menggunakan bahasa lisan untuk berkomunikasi, atau memahami apa yang disampaikan orang lain.
· Tunagrahita, Gangguan Fungsi intelektual secara umum ( IQ < 70 ) dan kesulitan dalam fungsi adaptif, seperti aktifitas harian, komunikasi ketrampilan sosial, biasanya muncul sebelum usia 18 tahun.
· Tunadaksa atau Cerebal Palsy, biasanya anak mengalami gangguan kelainan motorik permanen non progresif akibat kerusakan otak saat masa perkembanan.menyebabkan gangguan gerak dn postur.
· Tunanetra, Gangguan penglihatan berat hingga total, yang mengganggu kemampuan belajar dan beraktivitas secara mandiri.
· Tunarungu, Gangguan pendengaran sebagian atau total yang mempengaruhi perkambangan bicara dan bahasa
· Downsyndrome, Kondisi kelainan genetic yang berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak. Biasanya disertai ciri khas secara fisik dan keterlambatan perkembangan.
· Gift and Talented, Anak dengan kemampuan intelektual, kreativitasatau bakat luar biasa, IQ di atas rata – rata, yang memerlukan stimulasi dan pendidikan khusus agar potensinya optimal.
Meski anak berkebutuhan khusus terlihat berbeda dari anak-anak pada umumnya, tetapi mereka memiliki hak yang sama dengan anak lain. Misalnya, hak untuk mendapatkan pengasuhan yang layak serta mengembangkan minat dan potensi yang dimiliki. Bagi Anda yang memiliki atau menjadi pendamping anak berkebutuhan khusus, tetap semangat, bersabar, dan perlu selalu memotivasi dan membantu mereka untuk mengatasi kekurangan dan mencapai potensinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....