Sejarah Tisu: Dari Tiongkok Kuno hingga Era Modern
- 29 Sep 2026 08:24 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Tisu kini menjadi salah satu benda sanitasi yang hampir selalu ada di setiap tempat, mulai dari meja makan, kendaraan, hingga fasilitas umum. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa perjalanan benda tipis dan lembut ini memiliki sejarah panjang yang membentang dari kekaisaran Tiongkok kuno hingga industri modern.
Penggunaan kertas untuk kebersihan diri pertama kali dicatat pada abad ke-6 Masehi pada era Dinasti Tang di Tiongkok. Memasuki abad ke-14 pada era Dinasti Ming, pihak kekaisaran bahkan telah memproduksi ribuan lembar kertas khusus berukuran besar yang diperuntukkan bagi keluarga kerajaan.
Perkembangan tisu secara komersial baru dimulai pada abad ke-19 di Amerika Serikat. Pada tahun 1857, Joseph Gayetty mengenalkan Gayetty's Medical Paper, yakni produk tisu toilet komersial pertama berbentuk lembaran terpisah yang diberi ekstrak lidah buaya. Inovasi ini kemudian disempurnakan oleh Scott Paper Company pada tahun 1879 yang mempopulerkan tisu toilet dalam bentuk gulungan berporos.
Lompatan besar dalam teknologi pembuatan tisu terjadi selama Perang Dunia I (1914–1918). Perusahaan Kimberly-Clark mengembangkan Cellucotton, bahan berbasis selulosa tumbuhan sebagai pengganti kapas medis yang langka saat perang. Melalui proses creping atau pembentukan lipatan mikro, terciptalah kertas yang sangat lembut dan memiliki daya serap tinggi.
Pemanfaatan bahan tersebut kemudian melahirkan merek legendaris Kleenex pada tahun 1924 sebagai tisu wajah (facial tissue) sekali pakai pertama di dunia. Awalnya dipasarkan sebagai pembersih riasan wajah, Kleenex dengan cepat berubah fungsi menjadi pengganti saputangan kain yang lebih praktis dan higienis.
Hingga saat ini, industri tisu terus bertransformasi menghasilkan berbagai varian seperti tisu dapur, tisu basah, hingga tisu khusus kebersihan bayi. Di era modern, fokus industri juga mulai bergeser ke arah keberlanjutan lingkungan dengan memanfaatkan serat daur ulang dan bahan ramah lingkungan seperti serat bambu untuk mengurangi dampak deforestasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....