Sering Pakai Ulang Botol Plastik? Kenali Risikonya Sekarang

  • 13 Sep 2026 15:57 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Teminabuan - Botol air mineral sering kali digunakan kembali setelah isinya habis, terutama karena dianggap praktis untuk membawa air minum. Namun, botol plastik sekali pakai sebaiknya tidak dijadikan wadah minum dalam jangka panjang. Jenis plastik PET yang umum digunakan pada kemasan air memang dibuat untuk penggunaan tertentu, bukan sebagai botol minum yang terus-menerus dipakai ulang.

Perhatian lain adalah kondisi botol selama digunakan. Botol yang sudah tergores, berubah bentuk, atau sering terpapar panas dapat mengalami perubahan pada materialnya. Penelitian yang dipublikasikan melalui PubMed menunjukkan bahwa suhu tinggi dapat meningkatkan perpindahan antimon dari plastik PET ke air. Karena itu, menyimpan botol di tempat panas, seperti dalam kendaraan yang terkena matahari, sebaiknya dihindari.

Selain persoalan bahan plastik, kebersihan juga menjadi alasan penting. Botol yang digunakan berkali-kali dan jarang dibersihkan dapat menjadi tempat menempelnya mikroorganisme dari tangan, mulut, maupun lingkungan. Sementara itu, keberadaan mikroplastik dalam air minum memang telah ditemukan dalam sejumlah penelitian, tetapi WHO menilai bukti mengenai dampaknya terhadap kesehatan manusia masih terbatas sehingga penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Untuk penggunaan sehari-hari, pilihan yang lebih praktis adalah menggunakan botol minum yang memang dirancang untuk dipakai berulang, misalnya berbahan stainless steel, kaca, atau plastik yang sesuai untuk penggunaan tersebut. Botol reusable juga perlu dicuci secara rutin dan dikeringkan dengan baik. Kebiasaan ini bukan hanya membantu menjaga kebersihan wadah minum, tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan pada botol plastik sekali pakai dan jumlah sampah plastik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....