Debu Vulkanik Tidak Sama dengan Debu Biasa: Tajam Mengandung Silika, dan Berbahaya

  • 08 Sep 2026 15:31 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong Selatan – Sempat Viral di sosial media warga di sejumlah wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau melaporkan adanya lapisan abu tipis di kendaraan dan atap rumah. Sekilas mirip debu, tapi para ahli menegaskan risikonya jauh berbeda.

Komposisi dan Bentuk Partikel Berbeda Jauh

Menurut U.S Geological Survey (USGS), abu vulkanik terdiri dari partikel yang bersifat abrasive dan berukuran sangat kecil. Sebagian partikel halus dapat terhirup hingga masuk lebih dalam ke saluran pernapasan.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan “Abu vulkanik ini sangat berbeda jauh dengan abu ataupun debu biasa karena ini mengandung silika yang seperti serpihan kaca yang tajam dan bisa merusak khususnya pada organ yang terkena antara lain mata, hidung, mulut, maupun kulit”.

Hal senada disampaikan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi sekaligus ketua Majelis Kehormatan PDPI, mengungkapkan “ Abu vulkanik adalah campuran dari mineral, bebatuan dan partikel kaca yang keluar waktu letusan gunung berapi”.

Dampak Kesehatan Lebih Serius

Kementerian Kesehatan mengingatkan intensitas abu yang tinggi dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi mata, dan gangguan pada kulit. Risiko ISPA, juga disebut Kemenkes. Kelompok rentan biasanya pada anak – anak, lansia, serta orang dengan penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis.

Ketua PP IDAI Dr.dr. Piprim Basarah Yanuarso, menekankan pentingnya perlindungan anak ditengah ancaman abu vulkanik. Dalam kondisi ekstrem, paparan besar dapat menyebabkan asfiksia. Partikel tajam juga bersifat abrasive dan bisa menyebabkan konjungtivitas.

Kemenkes dan para ahli menyarankan tetap di dalam rumah, gunakan masker N95, jangan menyapu kering, bila terkena mata jangan dikucek dan segera bilas dengan air bersih dan jangan lupa lindungi sumber air dan makanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....