Jangan Abaikan Denyut Jantung saat Sedang Berolahraga

  • 05 Sep 2026 19:19 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Jangan asal memaksakan tubuh saat berolahraga. Salah satu cara sederhana untuk mengetahui seberapa berat latihan yang dilakukan adalah melihat denyut jantung. Menurut American Heart Association (AHA), denyut jantung dapat menjadi salah satu petunjuk untuk mengukur intensitas olahraga. Namun, angka tersebut hanya menjadi panduan umum karena kondisi setiap orang berbeda.

AHA memperkirakan denyut jantung maksimal dengan rumus 220 dikurangi usia. Dari angka tersebut, latihan dengan intensitas sedang umumnya berada di sekitar 50–70 persen, sedangkan aktivitas berat berada di kisaran 70–85 persen dari denyut jantung maksimal. Misalnya, orang berusia 40 tahun memiliki perkiraan denyut maksimal 180 kali per menit. Zona latihannya sekitar 90–153 kali per menit.

Selain menggunakan alat pengukur denyut jantung, tingkat olahraga juga bisa dikenali dari kondisi tubuh. Saat latihan sedang, seseorang biasanya masih bisa berbicara, tetapi mulai sulit bernyanyi. Jika napas sudah sangat berat sampai hanya mampu mengucapkan beberapa kata, intensitas olahraga kemungkinan sudah masuk kategori berat. Jalan cepat, bersepeda, dan berenang termasuk contoh aktivitas yang dapat dilakukan dengan intensitas sedang, sedangkan berlari atau berenang dengan putaran cepat dapat menjadi aktivitas berat.

Yang perlu diingat, olahraga tidak harus membuat jantung berdetak hingga batas maksimal. Bagi orang yang baru mulai berolahraga, AHA menyarankan memulai dari bagian bawah zona target kemudian meningkatkannya secara bertahap. Jika memiliki penyakit jantung atau menggunakan obat yang dapat memengaruhi denyut jantung, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan untuk menentukan batas latihan yang sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....