Tepung Singkong Padamkan Api, BRIN Diminta Uji Efektivitas dan Keamanan

  • 27 Agt 2026 10:51 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong Selatan – Presiden Probowo Subianto memerintahkkan uji coba produksi massal tepung singkong sebagai alternatif bahan pemadam kebakaran hutan dan lahan. Perintah itu disampaikan saat memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin 24 Agustus 2026.

Ide awalnya datang dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia melaporkan adanya inovasi zat berbasis tepung ubi yang bisa mencegah sekaligus memadamkan api, terutama pada tahap awal. “ Jadi dia bisa digunakan untuk mencegah, dia juga bisa digunakan untuk memadamkan api. Api mula – mula Pak,” kata Kapolri. Ia menambahkan bahan tersebut bekerja dengan memisahkan unsur yang dibutuhkan dalam proses pembakaran sehingga api dapat diredam, Ungkap Listyo dalam rapat penanganan Karhutla di Palembang, Senin 24 Agustus 2026, di lansir dari BPMI Sekretariat Presiden.

Mendengar itu prabowo langsung meminta produksi ditingkatkan dan diuji melalui helikopter seperti konsep water bombing. Ia juga menugaskan BNPB dan BRIN mengkaji alternatif bahan pemadam selain air agar lebih efektif untuk petugas di lapangan.

Secara ilmiah prinsip tepung sebagai pemadam memang ada. Pati bekerja dengan menutup permukaan bahan bakar dan menyerap panas , mirip APAR serbuk kering. Namun peneliti menekankan tepung murni tidak bisa langsung dipakai. Studi “Experimental Study on Suppression of NH4H2PO4 on Cassava Starch Dust Explosion” tahun 2024 menguji tepung singkong dan menemukan penambahan 25 % bahan kimia (NH4) 2HPO4 efektif menghambat rambat api. Tanpa formulasi, debu pati justru rawan meledak. Penelitian lain dari Dalian University oh Technologi 2024 menyebut konsentrasi 500g/m3 adalah titik paling berbahaya untuk ledakan debu pati jagung.

Karena itu BRIN diminta menguji formulasi yang aman sebelum “ ubi bombing” diterjunkan. Pemerintah berharap jika uji coba berhasil, tepung singkong bisa jadi opsi cepat untuk memadamkan api kecil dilahan gambut saat musim kemarau. Efektivitasnya di kebakaran skala besar masih akan diuji tergantung volume bahan yang digunakan, seperti disampaikan Kapolri dalam rapat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....