Ketergantungan Gadget pada Anak Meningkat, Pakar Sarankan Batasan Jelas

  • 20 Agt 2026 07:39 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong Selatan – Keluhan orang tua terkait anak yang sulit lepas dari gadget kini semakin banyak. Dari mulai susah makan hingga tantrum saat HP diambil, fenomena ini mulai dirasakan hampir semua orang tua.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dalam Survei Kesehatan Indonesia 2024, sebanyak 62,3 persen anak usia 6 -12 tahun menghabiskan waktu di depan layar lebih dari 4 jam per hari. Angka tersebut jauh melebihi batas aman yang disekomendasikan WHO yakni maksimal 2 jam per hari.

Psikolog anak Dr. Anastasia Yudha, M.Psi mengungkapkan persoalan utama bukan pada gadgetnya, melainkan pada pola asuh di rumah. “Gadget itu alat, yang jadi masalah kalau orang tua tidak membuat batasan sejak awal dan menggunakan HP sebagai pengasuh pengganti. Akibatnya anak tidak belajar mengelola rasa bosan tanpa layar,” ujarnya.

Menurutnya orang tua perlu menajdi “manajer digital” dengan membuat aturan yang konsisten. Seperti menetapkan zona bebas gadget di meja makan dan kamar tidur, serta mengganti waktu layar dengan aktivitas fisik seperti olahraga, berkebun atau memasak bersama. Orang tua juga perlu memberi contoh kepada anak dengan mengurangi scroll media sosial saat bersama anak.

Hingga saat ini belum ada aturan khusus pemerintah terkait pembatasan penggunaan gadget pada anak. Namun para ahli berharap literasi digital keluarga dapat segera diperkuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....