Patah Hati Bisa Bikin Tubuh Ikut Merasakan Sakit

  • 10 Agt 2026 09:11 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Teminabuan - Rasa kecewa atau ditolak seseorang tidak selalu berhenti sebagai perasaan sedih. Penelitian menggunakan pemindaian otak menunjukkan bahwa pengalaman penolakan sosial dapat melibatkan bagian otak yang juga berkaitan dengan rasa sakit fisik. Karena itu, perasaan seperti patah hati memang bisa terasa nyata secara fisik, meski bukan berarti tubuh mengalami luka seperti cedera.

Saat mengalami tekanan emosional, tubuh juga dapat merespons dengan perubahan pada sistem stres. Salah satunya berkaitan dengan hormon kortisol yang membantu tubuh menghadapi tekanan. Namun, stres yang berlangsung lama dapat berdampak kurang baik bagi tubuh. Keluhan seperti sulit tidur, tubuh terasa lelah, sakit kepala, atau perubahan nafsu makan dapat muncul ketika seseorang sedang menghadapi tekanan emosional.

Untuk melewati masa sulit, seseorang dapat memberi waktu bagi dirinya untuk merasakan kesedihan tanpa terus menyalahkan diri sendiri. Bercerita kepada orang yang dipercaya, menulis perasaan, menjaga pola tidur, tetap melakukan aktivitas sehari-hari, dan mencari kegiatan yang menyenangkan dapat membantu proses pemulihan. Dukungan dari orang lain juga diketahui dapat membantu mengurangi tekanan emosional akibat penolakan sosial.

Jika rasa sedih atau tekanan emosional berlangsung lama hingga mengganggu sekolah, pekerjaan, hubungan dengan orang lain, atau aktivitas sehari-hari, sebaiknya berbicara dengan orang dewasa yang dipercaya atau tenaga profesional. Setiap orang memiliki waktu pemulihan yang berbeda, sehingga tidak perlu memaksakan diri untuk segera merasa baik-baik saja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....