Resiko Perilaku LGBT Menurut Sains

  • 08 Jul 2026 12:49 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong Selatan – LGBT sering menjadi topik yang memicu perdebatan. Namun sebelum berbicara dari sudut pandang agama atau politik, bagaimana sains melihat fenomena ini.

Menurut Prof.Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc (Guru Besar FMIPA UI), memberi penjelasan terkait dengan hal ini, dari sisi kesehatan, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC menempatkan kelompok pria yang melakukan hubungan seksual sesama jenis atau dikenal dengan istilah MSM (Men Who Have Sex With Men) sebagai kelompok dengan resiko lebih tinggi terhadap HIV, sifilis, gonore, hepatitis B, dan infeksi HPV.

Kenapa demikian. Karena menurut biologi jaringan rektum lebih tipis dan lebih mudah mengalami luka mikro, sehingga resiko penularan HIV penyakit menular seksual lebih tinggi bahkan beberapa infeksi HPV dapat meningkatkan resiko kanker anus dan kanker terkait HPV lainnya.

Prof. Zulys melanjutkan, kemudian dari sisi psikologi, berbagai penilitian menunjukan angka depresi, kecemasan, kesepian, penyalahgunaan zat, hingga pikiran bunuh diri lebih tinggi pada komunitas LGBT dibanding populasi umum. Penyebabnya bisa karena konflik identitas, tekanan sosial, penolakan keluarga, atau faktor psikologis lainnya. Yang jelas ini menunjukan bahwa persoalan ini tidak sesederhana slogan bebas jadi diri sendiri.

Selanjutnya dari sisi spiritualitas, dalam islam manusia tidak diukur dari apa yang dia inginkan, tapi dari kemampuan mengendalikan keinginan. Secara Neuroscience otak kita memiliki pusat pengendalian diri yang berfungsi mengendalikan impuls dari sistem limbik. Jadi pengendalian diri bukan hanya konsep agama tetapi juga bagian dari desain biologis dan psikologis manusia.

Jika anda sedang berjuang menghadapi dorongan emosi atau konflik batin yang sulit dikendalikan jangan ragu mencari bantuan dari keluarga, sahabat terpercaya, tokoh agama atau tenaga profesional. Meminta bantuan bukan tanda kelemahan melainkan bentuk keberanian untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....