Mengapa Ayam dan Burung Kerap Bersuara di tengah Malam

  • 03 Jul 2026 12:19 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Pernahkah Anda terbangun di rentang waktu pukul 01.00 hingga 03.00 dini hari, lalu dikejutkan oleh suara ayam yang berkokok nyaring atau burung yang berkicau riuh? Bagi sebagian masyarakat, fenomena ini sering kali dikaitkan dengan mitos atau hal-hal mistis. Namun, dari sudut pandang sains, fenomena alam ini memiliki penjelasan biologis yang sangat rasional.

Dirangkum dari berbagai sumber ilmiah, berikut adalah alasan utama mengapa hewan-hewan unggas tersebut kerap "bernyanyi" di keheningan malam:

1. Alarm Jam Biologis (Ritme Sirkadian)

Banyak yang keliru menganggap ayam baru akan berkokok saat matahari menampakkan diri. Faktanya, ayam memiliki jam internal tubuh atau ritme sirkadian yang sangat kuat.

Meskipun kondisi di luar rumah masih gelap gulita, otak ayam jantan sudah mampu mendeteksi perubahan waktu menuju fajar, biasanya 2 hingga 3 jam sebelum matahari terbit. Kokokan di tengah malam ini merupakan cara alami ayam jantan dominan untuk menegaskan wilayah kekuasaannya menyambut hari yang baru.

2. Efek Polusi Cahaya Perkotaan

Faktor lingkungan modern memegang peran besar dalam mengubah perilaku hewan. Penggunaan lampu jalan yang terang, lampu teras rumah, hingga sorot lampu kendaraan di malam hari menciptakan fenomena polusi cahaya.

Ayam dan burung memiliki kelenjar pineal yang sangat sensitif terhadap rangsangan cahaya. Paparan cahaya buatan ini kerap mengecoh sensor otak mereka, sehingga mereka mengira waktu subuh telah tiba lebih awal dan mulai bersuara.

3. Siasat Menembus Kebisingan Kota (Nocturnal Singing)

Bagi beberapa jenis burung diurnal (yang aktif di siang hari), berkicau di tengah malam—atau dikenal dengan istilah nocturnal singing—menjadi sebuah strategi bertahan hidup.

Di area pemukiman yang padat, siang hari penuh dengan hiruk-pikuk suara kendaraan dan aktivitas manusia. Beberapa burung memilih memanfaatkan keheningan malam agar kicauan mereka dapat terdengar lebih jauh dan jelas tanpa harus "berebut" suara dengan kebisingan kota, baik untuk memikat pasangan maupun menandai teritori.

4. Respons Terhadap Ancaman dan Predator

Alasan terakhir yang tidak kalah penting adalah fungsi komunikasi darurat. Ayam dikenal memiliki penglihatan yang buruk di malam hari.

Ketika mereka mendengar suara asing, gerakan di semak-semak, atau mendeteksi kehadiran hewan pemangsa seperti musang, kucing, dan tikus, ayam akan berkokok dengan nada tertentu. Ini berfungsi sebagai alarm atau peringatan bahaya bagi kelompoknya agar tetap waspada.

Dengan memahami alasan-alasan biologis tersebut, suara riuh unggas di tengah malam bukan lagi menjadi misteri yang menakutkan, melainkan bentuk adaptasi dan respons alami satwa terhadap lingkungan sekitar mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....