Alasan Seseorang Suka Bergosip ternyata Bukan karena Jahat

  • 10 Jun 2026 11:44 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Membicarakan orang lain sering kali dianggap sebagai kebiasaan yang kurang baik. Namun, para ahli psikologi menyebut bahwa gosip juga merupakan bagian dari interaksi sosial yang telah lama ada dalam kehidupan manusia dan tidak selalu bermakna negatif.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang berbagi cerita untuk mempererat hubungan, bertukar informasi, atau mencari bahan percakapan. Para psikolog menilai bahwa melalui obrolan seperti ini, seseorang dapat memahami norma sosial dan mengetahui perilaku yang dianggap wajar atau tidak di lingkungannya.

Sebuah penelitian dari University of California, Riverside yang dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science menemukan bahwa sebagian besar gosip yang dilakukan masyarakat justru bersifat netral, bukan fitnah atau informasi negatif. Aktivitas tersebut bahkan dapat menimbulkan rasa terhubung dengan kelompok dan meningkatkan kenyamanan dalam bersosialisasi.

Meski demikian, masyarakat tetap diingatkan untuk berhati-hati saat menyebarkan informasi. Gosip yang tidak benar atau menyangkut privasi orang lain dapat memicu konflik dan merugikan pihak tertentu. Karena itu, memeriksa kebenaran informasi dan mengedepankan empati dinilai penting untuk menjaga hubungan sosial tetap sehat dan harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....