Fenomena Konjungsi Bulan dan Antares

  • 30 Mei 2026 12:28 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Para pencinta astronomi dan pengamat langit di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Papua Barat Daya, akan disuguhkan pemandangan indah pada Minggu (31/5/2026) malam. Fenomena astronomi konjungsi dekat antara Bulan dan bintang superraksasa merah, Antares, diprediksi akan menghiasi kubah langit.

Fenomena ini terjadi saat Bulan yang berada pada fase cembung awal (waxing gibbous) tampak berada sangat dekat secara visual dengan Antares. Antares sendiri merupakan bintang paling terang di rasi bintang Scorpius (Kalajengking) yang dikenal dengan pancaran cahaya merah pekatnya yang khas.

Peristiwa langit ini dapat disaksikan secara langsung dengan mata telanjang mulai selepas matahari terbenam di ufuk timur. Kedua objek langit yang menakjubkan tersebut akan terus bergerak berdampingan menuju arah barat hingga menjelang fajar.

Masyarakat yang ingin mengamati fenomena ini tidak membutuhkan alat bantu teleskop karena pancaran cahaya merah Antares cukup kuat berpadu dengan Bulan yang memiliki intensitas cahaya mencapai 98%. Kendati demikian, kondisi cuaca yang cerah dan minimnya polusi cahaya menjadi faktor pendukung utama untuk mendapatkan pandangan terbaik.

Selain keindahan visual konjungsi malam ini, posisi Bulan yang hampir bulat sempurna juga menandai bahwa satu hari berselang, tepatnya pada tanggal 1 Juni 2026, langit akan menyambut fase puncak Bulan Purnama secara total.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....