BMKG: El Nino di Sorong Diprediksi Capai Fase Moderat di Akhir 2026

  • 15 Apr 2026 10:01 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Domine Eduard Osok (DEO) Sorong memprediksi fenomena El Nino akan mulai memasuki wilayah Papua Barat Daya pada paruh kedua tahun ini.

Meski intensitas curah hujan diprediksi berkurang, masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap perubahan pola cuaca.

Prakirawan Stasiun Meteorologi DEO Sorong, Anang A.K Nur menjelaskan bahwa saat ini kondisi cuaca masih berada pada kategori normal. Namun, tren pemanasan suhu muka laut di Samudera Pasifik menunjukkan adanya pergerakan menuju fase El Nino.

"Saat ini kondisi El Nino masih pada kategori normal. Mungkin pada paruh semester kedua, antara Juli hingga Agustus, sudah memasuki fase El Nino lemah, dan diprediksi akan menjadi lebih moderat pada akhir tahun,"tuturnya dalam dialog Sorong Menyapa di Pro1 RRI Sorong, Selasa 14 April 2026.

Dampak Lokal di Wilayah Sorong

Anang menekankan bahwa El Nino bukanlah penggerak utama cuaca di Sorong, melainkan faktor pendukung yang mengurangi intensitas hujan. Secara klimatologis, puncak hujan di Sorong terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus.

"Di wilayah Sorong sendiri memang tetap ada hujan, tapi ada pengurangan intensitas. Jadi tidak berarti setiap hari nanti akan kering kerontang. Fenomena ini hanya mengurangi curah hujan dari kondisi normalnya," jelasnya.

Bergesernya potensi pertumbuhan awan dari wilayah Indonesia ke Samudera Pasifik tengah dan timur menjadi penyebab utama berkurangnya curah hujan di tanah air, termasuk di Sorong.

Antisipasi Sektor Pertanian

Terkait topik dampak El Nino pada produktivitas pertanian, pengurangan curah hujan ini menjadi perhatian serius. Para petani diharapkan mulai mengantisipasi ketersediaan air menjelang akhir tahun saat intensitas El Nino diprediksi meningkat ke level moderat.

BMKG juga mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya atau hoaks yang kerap beredar mengenai dampak ekstrem El Nino maupun La Nina.

"Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari kanal BMKG dan tidak terpengaruh hoaks,"tutupnya.

(Syahruddin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....