Selat Hormuz Bakal Dikuasai AS? Trump Lontarkan Rencana Kontroversial

  • 15 Agt 2026 17:07 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu ketegangan diplomatik dan ekonomi global setelah melontarkan pernyataan kontroversial terkait jalur perdagangan energi vital dunia, Selat Hormuz. Dalam pidatonya di Nassau County Police Academy, New York, Trump secara terbuka menyatakan niatnya untuk mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat.

Rencana tersebut disampaikan di tengah memanasnya konflik bersenjata dan blokade maritime antara AS dan Iran yang berdampak signifikan pada rantai pasok minyak global.

Pernyataan Kunci Trump

Trump mengklaim bahwa langkah penutupan dan penguasaan jalur perairan internasional tersebut dilakukan atas dasar kemenangan militer AS terhadap Iran. Ia juga mengusulkan skema pengelolaan di mana AS akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz sekaligus mengenakan tarif bagi kapal-kapal asing yang melintas.

"AS akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah berhasil menundukkan kekuatan Iran secara penuh," ujar Trump dalam pidatonya. Trump juga meminta masyarakat AS bersabar atas lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang kini menyentuh angka rata-rata USD 4,08 per galon di AS, seraya menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menghentikan ambisi nuklir Teheran.

Respons Keras Teheran dan Hukum Internasional

Menanggapi wacana penguasaan wilayah tersebut, pemerintah Iran melalui perwakilannya menolak keras klaim Washington. Teheran menegaskan bahwa kedaulatan dan navigasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali penuh otoritas Iran.

"Tidak ada kapal yang dapat berlayar tanpa izin dan pengawasan ketat dari Iran," tegas pejabat senior Teheran Kazem Gharibabadi, menanggapi balik klaim unilateral AS.

Para pengamat hukum internasional turut menyoroti bahwa rencana deklarasi wilayah atau penarikan retribusi atas jalur pelayaran internasional Selat Hormuz melanggar prinsip Unclos (Hukum Laut Internasional) tentang hak lintas transit bagi kapal komersial.

Implikasi Ekonomi Global

Pernyataan Trump langsung direspons negatif oleh pasar komoditas dunia:

  • Lonjakan Harga Minyak: Pasar energi global mengalami disrupsi tajam mengingat Selat Hormuz merupakan jalur perlintasan sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

  • Disrupsi Logistik: Pengiriman melalui jalur Selat Hormuz merosot drastis akibat kekhawatiran serangan maupun ketidakpastian status hukum pelayaran.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda perundingan damai atau de-eskalasi militer akan segera direalisasikan oleh kedua belah pihak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....