Polisi Tingkatkan Patroli Siber untuk Tekan Hoaks Terkait Isu KKB di Sorong
- 27 Mar 2026 07:48 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Aparat kepolisian meningkatkan patroli siber guna menekan penyebaran informasi hoaks yang beredar di masyarakat, khususnya terkait isu keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten dan Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Langkah ini dilakukan menyusul viralnya pesan berantai di sejumlah grup WhatsApp yang menyebutkan adanya pergerakan kelompok bersenjata di kawasan SP2, SP3 Kabupaten Sorong serta wilayah Hutan Lindung Km 14 Kota Sorong. Informasi tersebut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat dan meningkatkan kewaspadaan dalam beraktivitas sehari-hari.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol Junov Siregar, menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terhadap informasi yang beredar. Penyelidikan dilakukan baik secara langsung di lapangan maupun melalui patroli siber untuk menelusuri sumber penyebaran informasi.
“Patroli siber kami tingkatkan untuk memantau dan menindak penyebaran informasi yang belum tentu kebenarannya. Kami juga melakukan penyelidikan langsung guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan,” ujarnya 25 Maret 2026.
Selain itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan aparat TNI dan instansi terkait untuk menjaga stabilitas keamanan pasca insiden penyerangan di wilayah Maybrat beberapa waktu lalu. Aparat memastikan bahwa situasi keamanan di Sorong tetap dalam kondisi terkendali.
Junov menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kondusivitas dengan tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi di media sosial. Pastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya, dan tetap tenang dalam menjalankan aktivitas,” tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, kepolisian juga mengintensifkan edukasi digital kepada masyarakat terkait bahaya hoaks dan dampaknya terhadap keamanan dan ketertiban umum. Penyebaran informasi yang tidak akurat dinilai dapat memperkeruh situasi dan menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
Aparat berharap, dengan peningkatan patroli siber serta kerja sama antara masyarakat dan media, penyebaran hoaks dapat ditekan sehingga situasi keamanan di Papua Barat Daya tetap aman dan kondusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....