Demi Anak Sukses jadi Bintara Polri, Pasutri Ditipu
- 02 Jul 2025 17:09 WIB
- Sorong
KBRN, Sorong: Demi melihat anaknya inisal J sukses menjadi Bintara Polri sepasang suami istri (pasutri) AS di Kota Sorong rela memberikan sejumlah uang kepada oknum N yang mengatas namakan dirinya sebagai ajudan Wakapolda Papua Barat Daya dan saat menerima informasi tersebut Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa langsung menanggapi hal tersebut dengan melaksanakan konferensi pers di ruang Pertemuan Mako Polda Papua Barat Daya, Selasa (2/7/2025) siang.
Semmy Ronny Thabaa, mengungkapkan jika dirinya tidak terlibat akan hal tersebut dan tentunya kasus ini telah mencoreng nama baik institusi Polri, dan ini murni tindakan kriminal yang dilakukan oleh oknum yang mengakui dirinya sebagai Ajudan dari Wakapolda.
“Jadi pelaku ini inisial J mengaku sebagai ajudan saya dan mengiming-imingkan imbalan anaknya bisa lolos dalam seleksi Bintara Polri dengan imbalan uang senilai Rp. 85.000.000,- (Delapan puluh lima juta rupiah),yang diberikan oleh pasutri tersebu dan tentunya dengan kejadian ini telah mencoreng nama institusi kami dan dipastikan saya pribadi bersama pejabat lainnya yang ada di lingkup Polda Papua Barat Daya tidak terlibat sama sekali dengan kasus itu,”ungkapnya.
Lanjut Semmy kasus ini terkuak bermula dari korban kesulitan menghubungi pelaku yang sebelumnya sudah menerima uang, lalu kemudian mencari bantuan dan informasi langsung ke Wakapolda, setelah dilakukan penelusuran pelaku memalsukan identitas dirinya dan mengaku dirinya dekat dengan pejabat kepolisian yang ada di Polda.
“Dengan memperlihatkan bukti berupa foto dan percakapan melalui WhatsApp dengan pelaku yang digunakan sebagai pegangan untuk memberi keyakinan kepada korban, dengan meyakinkan mereka, maka dengan alas an itu saya langsung menginstruksikan kepada korban segera membuat Laporan Polisi (LP) di Polresta Sorong Kota dengan membawa bukti yang ada, kita juga langsung mengamankan pelaku di hari itu juga,”ucapnya.
Dengan adanya kejadian ini Semmy menambahkan jika proses penertimaan Bintara Polri berada di bawah kendali SDM Mabes Polri bersama Panitia yang resmi dan jika menemukan atau mendengar kejadian seperti ini dimana melibatkan pihak atau oknum, agar segera dilaporkan untuk ditindak lanjuti
Untuk Itu dirinya berharap dengan kejadian ini dapat menjadi perhatian dan peringatan keras bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya menjadi Anggota Polri untuk tidak mudah tergiur pada omongan atau jani-janji oknum yang tidak bertanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....