Bukan Sekadar Gaya, Ini Alasan Tumbler Besar Jadi Tren di Indonesia
- 10 Agt 2026 04:12 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Belakangan ini, pemandangan orang membawa tumbler berukuran besar semakin mudah ditemui di berbagai tempat. Mulai dari kampus, perkantoran, pusat kebugaran, hingga saat bepergian, tumbler seolah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Ukurannya pun bukan lagi sekadar botol minum biasa, tetapi bisa menampung air hingga satu liter atau lebih.
Fenomena ini bukan sekadar soal mengikuti tren. Di balik tumbler besar yang semakin populer, ada berbagai alasan yang membuat masyarakat Indonesia memilih membawanya ke mana-mana. Mulai dari keinginan memenuhi kebutuhan minum sepanjang hari, menjaga kebiasaan hidup sehat, menghemat pengeluaran untuk membeli minuman, hingga kesadaran mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Dulu tumbler itu hanya pelengkap, tipe barang yang kalau ingat ya dibawa tapi kalau lupa ya tinggal beli air kemasan. Berbeda dengan sekarang, banyak orang justru keluar rumah sambil memastikan tumbler tidak tertinggal, dompet, ponsel dan tumbler.
Perubahannya bukan Cuma soal wadah melainkan cara pandang kita. Minum air putih kini bukan lagi sekedar kebutuhan tapi rutinitas yang dijaga. Target dua liter sehari, notifikasi pengingat minum dari smartwatch hingga botol bergaris penanda jam jadi buktinya. Air putih menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.
Media sosial pun ikut ambil peran, video ‘whats in my bag’ hamper selalu menampilkan tumbler. Konten office essentials, desk setup sampai morning routine juga seperti itu. Tumbler bertransformasi jadi bagian dari identitas, sama sperti sepatu lari, tas kanvas atau earbuds.
Ukurannya pun ikut berubah menjai besar, alasannya sederhana yaitu agar tidak bolak balik isi ulang dan lebih praktis untuk perjalanan Panjang. Ada kepuasan kecil Ketika berhasil menghabiskan satu botol penuh sebelum sore. Mungkin makin besar tumblernya makin kecil alasan kita untuk lupa minum.
| Baca juga: Fenomena Koleksi Blind Box dan Figur Mini |
Disisi lain ada perubahan pendukung yang berjalan perlahan. Saat ini semakin banyak kantor, kampus, bandara hingga ruang public menyediakan dispenser atau water refill station. Membawa tumbler jadi lebih masuk akal, orang tidak lagi harus membeli air minum kemasan setiap kali haus.
Ada juga alasan lain yang jarang dibicarakan. Satu tumbler untuk bertahun-tahun sama dengan mengurangi ratusan botol plastik sekali pakai. Dampaknya tidak langsung terasa hari ini, tetapi ia bekerja pelan, konsisten, lalu menjadi budaya.
Tumbler kini punya perjalanan yang mirip dengan tote bag beberapa tahun lalu. Awalnya dianggap barang fungsional lalu menjadi gaya hidup. Hari ini orang memilih warna, merek, ukuran dan stiker yang menempel di tumblernya. Benda yang dulu nyaris tak diperhatikan, kini ikut menceritakan siapa pemiliknya.
Yang berubah bukan sekedar cara kita minum tetapi cara kita memandang kebiasaan sehari-hari bahwa hidup sehat tidak selalu dimulai dari Keputusan besar. Kadang cukup dari satu botol yang terus dibawa ke mana-mana.
Meski terlihat sederhana, membawa tumbler sendiri bisa menjadi langkah kecil untuk membangun kebiasaan yang lebih sehat sekaligus mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Jadi, jika belakangan ini semakin banyak orang Indonesia terlihat membawa tumbler berukuran besar, mungkin bukan sekadar gaya—tetapi bagian dari cara baru menjalani keseharian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....