Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelari Pemula
- 07 Jun 2026 13:51 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong- Bagi sebagian orang olahraga lari menjadi vabang olahraga yang mudah untuk dilakukan. Tidak perlu fasilitas khusus cukup perlengkapan sederhana seperti sepatu olahraga, seseorang bisa memulainya kapanpun. Namun bagi pelari pemula, terkadang ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan yang bisa meningkatkan risiko cedera. Adapun beberapa kesalahan-kesalahan tersebut adalah sebagai berikut:
- Berlari terlalu cepat di awal
Ini merupakan kesalahan yang umum dilakukan oleh pelari pemula. Banyak pelari pemula yang merasa bersemangat di awal da nada keinginan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Namun akibatnya di tengah jalan mereka kehabisan energi dan akhirnya merasakan kelelahan. Penting untuk membangun ritme yang nyaman dan konsisten daripada memulai dengan kecepatan tinggi.
- Meningkatkan jarah atau intensitas latihan secara drastis
Terkadang setelah beberapa kali berlari seseorang merasa dirinya mampu untuk menambah jarak berkali-kali lipat. Padahal tubuh juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Peningkatan yang cepat bisa menyebabkan nyeri otot, kelelahan,dan bahkan memicu cedera pada lutut dan pergelangan kaki. Penting juga melakukan latihan secara konsisten dengan ritme dan jarak yang aman daripada latihan secara drastis.
- Mengabaikan pemanasan dan pendinginan
Banyak pelari pemula yang mengabaikan kedua hal ini. Biasanya mereka langsung berlari tanpa mempersiapkan otot dan sendi mereka. Kebiasaan ini bisa memicu kram dan cedera. Begitu pula setelah berlari, pendinginan perlu dilakukan agar tubuh kembali normal dan bisa mengurangi rasa lelah akibat berlari.
- Pemilihan perlengkapan yang kurang tepat
Pemilihan perlengkapan berlari yang tepat kadang sering diabaikan . Banyak pemula yang menggunakan sepatu yang usang atau tidak dirancang untuk berlari. Padahal kaki perlu ditopang dengan sepatu yang sesai untuk mengurangi risiko cedera pada persendian saat berlari.
- Terlalu fokus pada hasil
Sebagian pelari pemula sering fokus pada hasil dan tidak menikmati prosesnya. Seringkali mereka membandingkan pencapaian diri dengan pelari lain yang sudah berpengalaman. Hal ini membuat muncul rasa kecewa jika tidak mencapai target yang diinginkan. Perlu diketahui bahwa setiap orang memiliki kemampuannya masing-masing. Jadi, yang terpenting adalah konsisten berlatih.
- Tidak memperhatikan kebutuhan cairan dan istirahat
Tubuh memerlukan cairan saat berlari. Untuk itu penuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih atau isotonik. Selain itu rubuh juga butuh waktu untuk pemulihan sehingga jangan memaksakan tubuh untuk berlari jika merasa lelah. Jika memaksakan diri untuk berlari tanpa istirahat justru akan menurunkan performa lari dan menimbulkan risiko cedera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....