Cara agar Anak Tinggi Maksimal, Orang Tua Harus Perhatikan

  • 06 Mei 2026 06:58 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong Selatan – Banyak orangtua yang rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk vitamin ataupun susu peninggi badan, padahal rahasia tinggi badan itu sebenarnya bukan soal seberapa mahal produk yang dibeli.

Tinggi badan itu bukan cuma soal genetika atau keturunan semata karena genetik itu ibarat hanya menyediakan potensi fondasi bangunan sedangkan nutrisi dan kebiasaan adalah batu bata dan semen yang menentukan seberapa tinggi bangunan itu akan berdiri tegak nantinya.

Ini ada beberapa cara untuk memaksimal pertumbuhan anak, di lansir dari berbagai sumber :

Pertama, Memastikan asupan protein hewani yang cukup, karena tulang itu bukan hanya butuh kalsium tapi butuh kolagen yang bahan bakunya adalah protein. Masyarakat kita sering kali terlalu fokus pada karbohidrat seperti nasi yang segunung, padahal untuk tinggi badan anak itu butuh telur, daging ataupun ikan sebagai menu utama untuk mereka makan.

Kedua, Tidak kalah penting yaitu durasi dan kualitas tidur, karena hormon pertumbuhan atai Growth hormon itu hanya diproduksi maksimal saat anak itu tidur pulas di malam hari. Orang tua harus pastikan anak tidur sebelum jam 10.00 malam agar siklus tidur dalam mereka itu tercapai saat puncak produksi hormon tersebut keluar dari kelenjar Pituitary, jangan biarkan anak tidur ditemani layar gadget menyala karena layar biru bisa mengganggu produkri melatonin da merusak kualitas tidru anak.

Ketiga, Paparan sinar matahari dan vitamin D, karena tanpa vitamin yang cukup kalsium yang anak makan itu hanya numpang lewat dari pencernaan tanpa bisa diserap ke dalam tulang. Vitamin D ini adalah kunci yang membuka pintu sel tulang agar kalsium itu bisa masuk dan memperkeras struktur tulang yang sedang memanjang. Jadi orang tua jangan takut anak hitam saat bermain di bawah matahari, karena itu adalah investasi jangka panjang agar mereka tidak hanya tinggi tapi juga memiliki kepadatan tulang.

Keempat, Memberikan tekanan mekanis pada tulang melalui olahraga yang bersifat impact seperti melompat, atau berlari yang memberikan sinyal pada lempeng pertumbuhan untuk terus membelah diri. Tulang itu jika sering mendapat beban yang dinamis dia akan merasa perlu untuk tumbuh lebih panjang dan lebih kuat untuk menopang beban aktivitas tersebut.

Kelima, Sering dilupakan adalah membatasi asupan gula tambahan, karena gula yang tinggi dalam darah itu bisa menghambat pelepasan hormone pertumbuhansecara alami. Saat gula darah melonjak tubuh akan mengeluarkan insulin, sayangnya insulin yang tinggi ini seringkali menjadi penghalang bagi hormon pertumbuhan untuk bisa bekerja d ireseptor tulang. Jadi berikanlah cemilan yang sehat seperti buah – buahan atau kacang – kacangan dari pada minuman manis kemasan. Orantua juga harus memperhatikan label makanan anak karena seringkali ada gula tersembunyi di balik nama – nama ilmiah yang tidak kita sadari telah menghambat proses tumbu kembang anak.

Mengejar tinggi badan itu ada masa kadaluarsanya yaitu sebelum lempeng pertumbuhan di ujung tulang anak menutup yang biasanya terjadi di akhir masa remaja. Jadi jangan sampai kita sebagai orag tua menyesal di kemudian hari karena melewatkan masa emas ini hanya karena kita malas memberikan perhatian pada hal – hal mendasar di atas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....