Mandiri: Ini Alasan Orang Tua di Eropa Ajarkan Anak Bertahan Hidup
- 22 Apr 2026 07:05 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong Selatan - Di berbagai belahan Eropa, tren pola asuh anak kini mulai bergeser kembali ke pendidikan keterampilan hidup dasar atau survival skills. Banyak orang tua di negara-negara seperti Jerman, Norwegia, dan Swedia kini lebih menekankan pengajaran cara bertahan hidup kepada anak-anak mereka, tanpa memandang gender. Sejak usia dini, anak laki-laki dan perempuan sudah diperkenalkan dengan alat kerja bangunan hingga teknik memasak di alam terbuka.
Pendidikan ini tidak hanya terbatas pada kemampuan teknis, tetapi juga mencakup latihan bela diri. Alasan utamanya bukan sekadar untuk keamanan fisik, melainkan untuk membangun resiliensi atau ketangguhan mental. Orang tua di Eropa meyakini bahwa dengan menguasai alat pertukangan atau bisa memasak makanan sendiri, anak akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan tidak mudah bergantung pada orang lain saat dewasa nanti.
Berdasarkan informasi dari, BBC Lifestyle dan Deutsche Welle (DW), terdapat beberapa alasan krusial di balik fenomena ini:
1.Membangun Kemandirian (Autonomy)
Media The Guardian dalam rubrik Life and Style mencatat bahwa di banyak sekolah hutan (Forest Schools) di Eropa, anak-anak diajarkan menggunakan pisau ukir dan alat pertukangan di bawah pengawasan. Tujuannya agar mereka memahami risiko dan cara kerja alat, bukan menjauhi risiko tersebut.
2.Ketangguhan Mental (Resilience)
Menurut laporan Monocle, mengajarkan bela diri dan bertahan hidup bertujuan agar anak siap menghadapi ketidakpastian dunia di masa depan. Fokusnya adalah pada problem solving atau pemecahan masalah secara mandiri.
3. Kesetaraan Gender dalam Keterampilan
Tidak ada sekat antara pekerjaan "laki-laki" dan "perempuan". Baik itu membangun struktur kayu sederhana (rumah-rumahan) atau menjahit dan memasak, semuanya diberikan secara merata untuk memastikan anak bisa bertahan hidup di mana pun mereka berada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....