Luka Tersembunyi: di Balik Sikap Keras Orang Tua Terhadap Anak
- 19 Apr 2026 13:01 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID Teminabuan: Pola asuh orang tua menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter anak, namun fenomena toxic parenting kini kian marak terjadi di tengah masyarakat. Dalam sebuah acara diskusi kesehatan mental,di kanal Youtube Dunia Parenting Indonesia,dipaparkan bahwa perilaku orang tua yang cenderung menyalahkan dan menghakimi anak dapat memicu keretakan hubungan emosional yang mendalam.
Psikolog, Dra. Yuli Suliswidiawati, M.Psi., mengungkapkan bahwa banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kecenderungan perilaku toksik, bahkan perilaku yang mengarah pada Narcissistic Personality Disorder (NPD). Hal ini sering kali terungkap saat sesi konseling, di mana orang tua justru datang untuk mengeluhkan ketidakpatuhan anak, tanpa menyadari akar permasalahannya ada pada sikap mereka sendiri.
Dalam penjelasannya, Dra. Yuli Suliswidiawati menekankan bahwa perilaku toksik ini sering kali merupakan mata rantai dari masa lalu orang tua itu sendiri. Yuli menjelaskan bahwa orang tua yang dulunya dibesarkan dengan pola asuh yang terlalu keras atau penuh tekanan, cenderung melampiaskan hal tersebut kepada anak mereka di masa depan.
"Sekali lagi, NPD bisa terjadi pada orang tua. Ketika ditelusuri, ternyata ibu ini adalah produk pola asuh yang sangat galak. Jadi dipush terus, giliran pada anaknya seperti balas dendam. Mata rantai ini kita harus putus, karena tidak ada sesuatu yang tanpa kaitannya ke belakang," ujar Dra. Yuli Suliswidiawati, M.Psi., Psikolog sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Dunia Parenting Indonesia.
Ia juga menambahkan bahwa banyak orang tua yang menggunakan jasa "pengorbanan masa lalu" seperti proses mengandung dan melahirkan untuk memanipulasi atau memaksa kehendak kepada anak. Hal ini justru membuat anak merasa tertekan dan menjauh secara emosional.
Yuli juga mengingatkan para orang tua untuk lebih banyak beristigfar dan melakukan refleksi diri. Memutus rantai pola asuh yang salah sangat penting dilakukan agar trauma masa lalu tidak terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....