Hanya Modal Aplikasi Murah Penipu Bisa Jadi Petugas Bank
- 04 Apr 2026 12:23 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID Teminabuan: Ancaman kejahatan siber dengan modus manipulasi wajah dan suara atau Deepfake kembali menjadi sorotan yang perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat. Meski teknologi ini bukan hal baru, kecanggihan kecerdasan buatan (AI) yang semakin sulit dibedakan dengan aslinya menuntut nasabah perbankan untuk meningkatkan standar keamanan pribadi dalam bertransaksi digital.
Modus ini kembali dipertegas sebagai pengingat bagi publik melalui edukasi yang dibagikan oleh pengamat siber melalui akun TikTok @realmrbert. Dalam penjelasannya, ia mendemonstrasikan betapa mudahnya pelaku kejahatan mengubah identitas visual dan audio secara real-time untuk meyakinkan korban saat melakukan panggilan video.
Manipulasi Visual yang Semakin Sempurna
Dalam edukasi tersebut, diperlihatkan bahwa penipu kini tidak lagi sekadar menggunakan foto profil palsu, melainkan mampu tampil sebagai sosok petugas bank berseragam lengkap melalui video call. Teknologi ini memungkinkan wajah pelaku bergerak mengikuti ekspresi wajah target yang ditiru, sehingga sangat potensial mengecoh masyarakat, terutama kelompok lanjut usia.
"Bayangkan seberapa banyak orang tua yang akan tertipu. Padahal mereka (pelaku) hanya bermodalkan langganan teknologi ini dengan biaya murah, namun dampaknya bisa menguras rekening korbannya," jelas Mr Bert dalam edukasi tersebut.
Menanggapi risiko yang terus mengintai, masyarakat diingatkan kembali untuk tidak langsung percaya pada instruksi yang diberikan melalui panggilan video WhatsApp atau media sosial lainnya. Pihak bank resmi dipastikan tidak akan pernah meminta data sensitif seperti nomor kartu ATM, PIN, kode OTP, atau meminta nasabah mengunduh aplikasi di luar toko resmi (Playstore/App Store).
Masyarakat diminta untuk selalu melakukan verifikasi ulang melalui kanal resmi call center perbankan jika menerima panggilan mencurigakan. Kesadaran akan adanya teknologi pengubah wajah ini diharapkan dapat meminimalisir celah bagi para pelaku kejahatan siber di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....