Gak Cuma Helm: 5 Rekomendasi Jaket dan Riding Gear Anti-Gercep

  • 26 Mar 2026 20:18 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong,- Buat anak muda yang hobi touring, helm mahal sering kali jadi prioritas utama. Tapi kalau cuma andelin helm, perjalanan jauh bisa berubah jadi pengalaman yang bikin nyesek. Apalagi pas terkena hujan gerimis, angin malam yang menusuk tulang, atau panas terik yang membuat kulit belang.

Perlengkapan berkendara (riding gear) bukan cuma soal gaya, tapi juga soal kenyamanan dan keselamatan. Nah, buat kalian yang ingin tetap stylish tanpa mengorbankan fungsi, berikut 5 rekomendasi jaket dan perlengkapan touring yang anti-gercep (gerah-cepat) tetapi tetap stay relevant—baik secara tren maupun perlindungan.

1. Jaket Mesh Airflow dengan Protector – Driven Moto Combat Air Jacket

Buat touring di siang hari yang terik, jaket mesh adalah penyelamat utama. Driven Moto Combat Air Jacket hadir dengan material mesh berkepadatan tinggi yang bikin angin masuk maksimal, tapi tetap aman berkat protector di bahu dan siku (CE level 1). Desainnya yang urban dengan potongan slim fit bikin pengendara tampak kekinian, bukan seperti robot. Bonus: ada lining anti-air yang bisa dipakai saat hujan gerimis.

Menurut Product Manager PT Sumber Cipta Motor (distributor Driven di Indonesia), Andika Pratama, dalam peluncuran koleksi terbaru di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025, jaket ini menyasar anak muda yang menginginkan perlindungan standar Eropa tanpa mengorbankan gaya kasual. “Kami melihat kebutuhan touring urban yang dinamis, sehingga kami padukan mesh dengan lining anti-air dalam satu jaket yang tetap ramping,” ujarnya.

2. Jaket Hoodie Riding – Rustik Moto Tex Hoodie

Siapa bilang riding gear harus kaku kayak baju balap? Rustik Moto Tex Hoodie menjawab kebutuhan anak muda yang ingin tampil kasual tapi tetap aman. Jaket ini terbuat dari bahan denim dan cordura yang dipadukan dengan lining mesh. Sekilas mirip hoodie biasa, tapi di dalamnya sudah tersedia kantong untuk protector (dijual terpisah) dan reinforced di area siku serta bahu.

Dikutip Riders Monthly edisi Maret 2026, pendiri Rustik Moto, Bima Arya, menjelaskan bahwa filosofi produknya adalah “ride, hangout, repeat”. “Kami tidak ingin anak muda mengganti pakaian dua kali hanya karena mau touring. Jaket ini cukup untuk perjalanan dan langsung on point saat nongkrong,” ungkapnya.

3. Jaket All-Weather – Axxo Vortex 2.0

Buat anak muda yang suka touring jarak jauh dengan berbagai kondisi cuaca, jaket all-weather adalah jawabannya. Axxo Vortex 2.0 menawarkan tiga lapisan (3-in-1 jacket): lapisan luar waterproof, lapisan dalam thermal untuk cuaca dingin, dan kombinasi keduanya untuk hujan deras. Fitur airflow system di bagian dada dan punggung yang bisa dibuka-tutup memungkinkan pengendara menyesuaikan ventilasi saat cuaca berubah.

Berdasarkan siaran pers Axxo Indonesia (Oktober 2025), Vortex 2.0 merupakan hasil riset dari masukan komunitas touring Adventure Riders Indonesia (ARI). “Kami melakukan uji coba lapangan bersama 50 rider selama tiga bulan. Fitur airflow yang bisa diatur menjadi salah satu poin paling krusial untuk iklim tropis,” tulis manajemen Axxo dalam rilis tersebut.

4. Riding Jeans – Wear Moto Heritage Denim

Celana riding sering dilupakan, padahal area kaki juga rentan cedera. Wear Moto Heritage Denim hadir sebagai solusi bagi yang ingin tampil keren seperti cafe racer tetapi tetap aman. Menggunakan bahan denim dengan serat kevlar di area lutut dan bokong, celana ini mampu menahan abrasi saat terjatuh. Dilengkapi kantong untuk protector lutut yang bisa dipasang sesuai kebutuhan.

Dalam sesi workshop “Gear Up for Safety” yang digelar Safety Riding Community (SRC) Jakarta, pakar keselamatan berkendara Dian Sastro menyoroti pentingnya celana berkualitas. “Kita sering banget lihat anak muda pakai jaket bagus tapi celana jeans biasa. Padahal, menurut data kepolisian lalu lintas 2025, 40% luka pada kecelakaan motor terjadi di area kaki. Produk seperti Wear Moto Heritage Denim memberikan solusi tanpa menghilangkan kenyamanan berbusana sehari-hari,” paparnya.

5. Sarung Tangan dan Neck Gaiter Multifungsi – Komine SA-209 & Buff Coolnet UV+

Riding gear tidak melulu soal jaket dan celana. Dua aksesori kecil ini punya dampak besar terhadap kenyamanan touring.

Sarung Tangan Komine SA-209 adalah sarung tangan tipe short cuff dengan material leather dan mesh. Desainnya sporty dan modern, dengan knuckle protector yang kokoh tapi tidak kaku.

Buff Coolnet UV+ adalah neck gaiter yang wajib dibawa saat touring. Teknologi Coolnet membuatnya cepat kering dan tidak gerah, serta tersedia dalam berbagai motif.

Importir resmi Komine Indonesia, PT Bintang Timur Jaya, menyebutkan bahwa SA-209 menjadi salah satu model terlaris di segmen anak muda sepanjang 2025 karena keseimbangan antara ventilasi dan proteksi. Sementara itu, Buff Indonesia dalam akun media sosial resminya (@buff_id) mengungkapkan bahwa Coolnet UV+ mengalami kenaikan penjualan hingga 35% selama musim touring akhir tahun, didorong oleh kebutuhan perlindungan dari sinar UV dan fleksibilitas penggunaannya.

Touring bukan cuma soal sampai di tujuan, tetapi juga soal menikmati perjalanan dengan nyaman dan aman. Dengan memilih riding gear yang tepat—mulai dari jaket mesh, hoodie berkualitas, jaket all-weather, celana denim berpelindung, hingga aksesori pendukung—kamu bisa tetap stylish tanpa mengorbankan keselamatan.

Yang terpenting, pastikan gear yang dipilih sesuai dengan medan dan cuaca yang akan dihadapi. Jangan lupa untuk selalu memprioritaskan perlengkapan yang memiliki sertifikasi proteksi, karena faktor keselamatan adalah hal yang tidak bisa dikompromikan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....