Tren: Terapi memeluk Sapi Di Eropa

  • 13 Jul 2025 06:58 WIB
  •  Sorong

KBRN, Teminabuan : Ada berbagai macam terapi yang bisa kita coba untuk menghilangkan stress, tapi bagaimana dengan terapi memeluk sapi? Mungkin hal ini sangat tidak biasa di Indonesia tapi hal ini tentu berbeda dengan di Eropa, ada banyak pemilik peternakan sapi yang melayani kunjungan publik untuk melakukan terapi memeluk sapi.

Tren memeluk sapi ini di mulai di Negara Belanda dengan istilah “ Koe Knuffelen”, terapi memeluk sapi ini telah lama di parktikan oleh masyarakat di Belanda, dan kini mulai di gandurungi juga di beberapa Negara seperti Swiss dan Amerika

Dilansir BBC, terapi memeluk sapi bisa mengurangi stres pada manusia dengan melepas hormon oksitosin dalam tubuh. Sapi dipilih secara khusus karena suhu tubuh yang hangat dengan sikapnya yang tenang dan detak jantung yang lambat, ini membawa ketenangan tersendiri bagi setiap orang yang memeluk, mengelus dan bersandar pada sapi.

Psikolog Ikhsan menjelaskan, ada ikatan biologi antara manusia dengan hewan yang menyebabkan manusia secara alami mengeluarkan zat kimia otak bernama oksitosin. “Oksitosin tersebut juga dapat menghalangi produksi hormon stres, serta menciptakan rasa nyaman dan tenang,” terang Ikhsan. “Apalagi prosesnya itu berpelukan sama hewan tersebut. Dengan berpelukan, ada sentuhan fisik juga yang sama, zat kimia oksitosinnya terproduksi juga. Jadi, waktu memeluk sapi rasanya tenang dan nyaman,” tambahnya.

Dalam Jurnal Applied Animal Behavior Science (2007), sapi memang terbukti menunjukan tanda – tanda relaksasi yang dalam saat dipeluk. Sapi dapat meregangkan tubuh dan membiarkan telinganya menekuk ke belakang saat dipijat di area tertentu, yakni di leher dan punggung atas.

Dengan berbagai manfaat yang ada tren terapi memeluk sapi bisa jadi alternative untuk anda yang ingin menghilangkan stres, bisa juga di coba bagi anda yang tidak punya pasangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....