Deretan 5 Game Terburuk Tahun 2026 yang Bikin Gamer Kecewa Berat

  • 29 Sep 2026 06:04 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong— Perkembangan industri hiburan digital sepanjang tahun 2026 menghadirkan beragam karya luar biasa, namun tidak sedikit pula judul gim yang mengecewakan ekspektasi para penggemarnya. Mulai dari masalah teknis (bug), Mekanisme permainan yang buruk, hingga promosi berlebihan yang tidak sesuai dengan hasil akhir.

Berdasarkan ulasan kritikus dan penilaian komunitas gamer global, berikut adalah 5 game dengan peringkat terburuk dan paling mengecewakan di tahun 2026 yang wajib dicermati oleh komunitas gamer di Kota dan Kabupaten Sorong sebelum memutuskan untuk membelinya:

1. Tokyo Scramble

Tokyo Scrumble.Sumber. Nintendo

Gim bergenre survival-puzzle ini menduduki posisi teratas sebagai game dengan skor ulasan terendah di tahun 2026. Mengusung mekanisme stealth untuk menghindari ancaman monster di lorong bawah tanah, Tokyo Scramble gagal menyajikan kendali yang responsif. Mekanisme persembunyian yang tidak berfungsi baik serta performa yang buruk membuat gim ini menuai kritik tajam.

2. The 9th Charnel

The 9th Charnel. Sumber: Mxdwn

Diharapkan menjadi gim horror-thriller yang mencekam dengan narasi kuat, The 9th Charnel justru tampil sangat mengecewakan. Selain tidak mampu menghadirkan atmosfer menakutkan, gim ini diterpa masalah optimasi teknis yang parah sehingga sering mengalami penurunan frame rate tajam dan crash di berbagai sistem.

3. Code Violet

Code Violet. Sumber: Instant Gaming

Peluncuran Code Violet di awal tahun sempat menarik perhatian pecinta gim sci-fi action. Namun, alur cerita yang klise, penulisan karakter yang hambar, serta kontrol pertempuran yang kaku membuat gim ini dengan cepat ditinggalkan oleh para pemainnya.

4. Spellcasters Chronicles

Spellcasters Chronicles.Sumber : Polygon.com

Dikembangkan oleh studio ternama yang biasanya ahli dalam gim berbasis naratif, Spellcasters Chronicles mencoba merambah genre pertarungan arena 3v3 MOBA. Sayangnya, perpaduan konsep yang kurang matang serta gagalnya gim ini membangun basis pemain membuat pengembang terpaksa menghentikan proyeknya sebelum perilisan penuh.

5. Highguard

Highguard.Sumber : Esport Insider

Sempat dipromosikan dalam panggung pameran gim besar, multiplayer PvP Highguard gagal mempertahankan antusiasme pemain. Gameplay yang terasa biasa saja dan minim inovasi membuat gim ini kehilangan lebih dari 90% pemain aktifnya hanya dalam waktu satu minggu setelah peluncuran.

Fenomena hadirnya gim-gim yang tidak memenuhi standar kualitas ini menjadi pengingat bagi komunitas gim lokal di Sorong agar lebih bijak dalam bertransaksi digital. Para gamer diimbau untuk selalu membaca ulasan independen dan menyaksikan klip gameplay asli terlebih dahulu sebelum membeli gim, terutama pada masa awal peluncuran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....