Barasuara: ketika Eksplorasi Genre Menjadi Identitas Musik
- 19 Sep 2026 17:13 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Kalau mendengar nama Barasuara, mungkin yang langsung terbayang adalah musik rock dengan energi yang kuat dan lirik yang penuh makna. Tapi sebenarnya, memasukkan Barasuara hanya ke dalam satu genre rasanya tidak cukup.
Dalam musik mereka, kita bisa menemukan berbagai warna dan pendekatan yang berbeda—mulai dari rock, alternative, hingga sentuhan musik lain yang membuat karakter Barasuara terasa begitu khas.
Mereka bukan band yang ingin terdengar seperti satu genre saja. Justru salah satu daya tarik Barasuara adalah keberanian mereka untuk mengeksplorasi berbagai suara dan menggabungkannya menjadi identitas mereka sendiri.
Lalu, seperti apa sebenarnya perjalanan Barasuara dalam menciptakan musik yang sulit dimasukkan ke dalam satu kotak genre?
Sekilas musik Barasuara terdengar seperti banyak hal sekaligus. Rock, folk, progresif, sentuhan musik tradisional sampai harmonisasi vocal. Tapi ternyata, mereka memang tidak terlalu memikirkan harus masuk genre apa. Ini didukung langsung oleh Gerald Situmorang yang bilang kalau tiap personel membawa influence masing-masing, lalu semuanya menyatu menjadi Barasuara.
Iga Massardi, TJ Kusuma, Gerald Situmorang, Marco Steffiano, Asteriska, Puti Chitara punya latar pengaruh musik yang berbeda dan semuanya ikut masuk ke musik Barasuara. Makanya mereka bisa berpindah dari rock yang menghentak, folk, blues, hingga nuansa yang lebih eksperimental tanpa harus mengunci diri pada satu genre.
| Baca juga: BTS Siap Rilis Video Musik Normal Pekan Ini |
Disini kita punya banyak bukti yang sangat konkret dari kredit resmi Pikiran dan Perjalanan, Written : Iga Massardi, Composed : Iga Massardi dan Gerald Situmorang, Arrangement : Iga Massardi, Gerald Situmorang, Marco Steffiano, TJ Kusuma, dan Puti Chitara. Artinya prosesnya bukan sekedar Iga membuat lagu, personel lain memainkan. Ada beberapa kolektif dalam membentuk bagaimana lagu itu akhirnya terdengar.
Contohnya lagu Api dan Lentera dari Taifun : lagu ini bergerrak dari drum yang repetitive dan kencang, versi yang lebih lembut, bagian instrumental yang kembali intens lalu berpindah lagi melalui perubahan efek gitar dan pola aransemen. Atau di Pikiran dan Perjalanan, beberapa lagu menggunakan perubahan kunci dan pendekatan prong-rock.
Jadi kesan penuh yang kita dengar bukan Cuma karena instrumentnya banyak. Strukturnya juga terus memberi kejutan.
Bukan satu genre, bukan satu influence, dan bukan sekadar enam orang yang bermain bersama. Sound Barasuara lahir dari banyak pengaruh yang dibawa masing-masing personel, lalu dipertemukan lewat komposisi dan arasemen kolektif.
Pada akhirnya, mungkin itulah yang membuat Barasuara begitu menarik. Mereka tidak harus terpaku pada satu genre untuk menunjukkan siapa diri mereka.
Bagi Barasuara, musik seolah menjadi ruang untuk bereksplorasi, mencampurkan berbagai warna, dan menciptakan sesuatu yang punya karakter sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....