Merantau Sendiri: Cara Berdamai dengan Homesick
- 16 Sep 2026 11:45 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong- Meranatu ke kota baru memang menjadi tentangan tersendiri dan memiliki banyak cerita. Ada pengalaman baru, lingkungan baru, ada pekerjaan atau pendidikan yang harus kejar, dan cita-cita yang digantungkan di kota orang. Namun ada satu hal yang sering diam-diam muncul di benak perantau yang dirasakan yakni homesick atau perasaan rindu dengan rumah. Perasaan ini bisa datang ketika melihat makanan yang mirip dengan masakan rumahan, mendengar lagu khas daerah asal, dan saat melihat foto keluarga. Penelitian juga menunjukkan perantau juga menunjukkan bahwa homesick dapat muncul dalam bentuk rasa sedih, kesepian, keinginan pulang, hingga rasa tidak nyaman dengan lingkungan baru.
Ketika seorang perantau merasakan homesick jangan langsung menganggap bahwa ini sebagai tanda bahwa tidak kuat hidup jauh dari keluarga. Rindu rumah merupakan bagian dari proses veradaptasi dengan tempat baru. Daripada terus memendam rasa tersebut lebih baik mencoba untuk terhubung dengan keluarga melalui sambungan telepon. Namun perlu diketahui komunikasi tidaklah dilakukan secara terus menerus. Pilihlah waktu untuk berkomunikasi yang bisa membuat diri merasa nyaman. Selain itu simpanlah foto keluarga atau benda kecil dari rumah yang bisa menjadi pengingat saat berjauhan dengan keluarga.
Hal selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan mencari teman baru di kota perantauan. Dengan lingkaran pertemanan baru akan membuat perantau tidak merasa kesepian. Cara memulainya adalah dengan mencoba menyapa tetangga, teman kerja, teman kuliah, atau bergabung dengan komunitas atau perkumpulan orang-orang yang merupakan satu daerah. Penelitian di Indonesia menemukan adanya hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan tingkat homesickness pada mahasiswa perantau. Dengan kata lain, memiliki orang yang bisa diajak berbicara dan berbagi cerita dapat membantu proses adaptasi di lingkungan baru.
Selain mencari teman, cobalah untuk melakukan rutinitas menyenangkan di kota baru. Jadika kota yang baru menjadi rumah kedua. Jika perantau tinggal di sebuah kos atau rumah sewa, tatalah kamar atau tempat kerja senyaman mungkin. Selanjutnya perantau bisa memasak masakan familiar seperti masakan rumahan, berolahraga, dan aktivitas lainnya yang bisa menghibur rasa rindu rumah. Dengan aktivitas baru akan membantu perhatian tidak terus menerus tertuju pada rasa rindu dengan rumah dan bisa menciptakan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman menyenangkan di tempat baru.
Berdamai dengan homesick bukan berarti harus berhenti merindukan rumah. Rasa rindu mungkin tetap muncul sesekali, terutama pada hari-hari tertentu. Yang penting adalah belajar menerima perasaan tersebut sambil tetap menjalani kehidupan di tempat baru. Merantau bukan tentang melupakan rumah, melainkan belajar melangkah lebih jauh sambil tetap membawa nilai, kenangan, dan kasih sayang dari rumah. Jadi, ketika rasa rindu datang, tarik napas, hubungi orang tersayang, lalu lanjutkan langkah. Karena di kota baru itu, perlahan-lahan kita juga sedang membangun cerita yang suatu hari akan dirindukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....