Jam Karet: Kebiasaan Sepele yang Bisa Merugikan Orang Lain
- 14 Sep 2026 20:32 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Kita mungkin sering mengatakan “OTW” saat akan bertemu dengan seseorang. Padahal baru saja bersiap berangkat atau sedang mandi. Mungkin saja kita pernah membuat janji jam lima sore namun baru muncul setengah jam kemudian. Kebiasaan inilah yang disebut dengan jam karet. Memang terlihat sepele. Namun bagi orang yang sudah menunggu, maka akan dibuat kesal dan membuang waktu.
Masalahnya ini bukan soal datang terlambatnya. Namun juga bagaimana keterlambatan bisa mempengaruhi orang lain. Ketika orang lain mennggu bisa jadi ada aktivitasnya yang berubah. Keterlambatan bisa mengurangi efektivitas dan membuat suasana menjadi kurang nyaman. Penelitian tentang keterlambatan dalam rapat menunjukkan bahwa rapat yang dimulai terlambat berkaitan dengan kepuasan dan hasil pertemuan yang lebih rendah.
Kebiasaan ja karet ini juga sangat mempengaruhi kepercayaan. Bayangkan jika kita telah membuat janji pada orang lain namun berulangkali datang terlambat. Mungkin saja orang tersebut akan merasa waktunya kurang dihargai. Penelitian mengenai keterlambatan juga menemukan bahwa orang dapat memberikan respons negatif ketika keterlambatan dianggap sebenarnya bisa dicegah atau dikendalikan.
Memang keterlambatan juga bisa jadi tidak bisa dihindari. Misalnya karena kemacetan, cuaca buruk, kendaraan bermasalah, atau keadaan darurat bisa membuat seseorang terlambat. Namun jika tidak ada faktor tersebut maka haruslah tetap on time. Jika memang terkendala faktor diluar kendali yang penting adalah memberikan kabar secepat mungkin dan tidak menganggap waktu orang lain sebagai sesuatu yang tidak berharga. Untuk mengurangi kebiasaan terlambat, kita juga bisa memperkirakan waktu perjalanan dengan lebih realistis dan memberikan waktu cadangan sebelum berangkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....