Budaya Healing: Benar-Benar Istirahat atau Sekadar Tren
- 14 Sep 2026 16:45 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong- Baru-baru ini budaya healing semakin populer di kalangan banyak orang terutama anak muda. Setelah lelah bekerja, jenuh dengan aktivitas, dan menghadapi banyak tantangan serta persoalan membuat seseorang mengatakan ingin healing. Misalnya dengan pergi ke pantai, menikmati kopi di coffee shop, rebahan sambil bermain media sosial, atau sekadar berkumpul bersama teman.
Beristirahat dari kejenuhan dan melakukan aktivitas menyenangkan bisa membantu mengurangi rasa jenuh dan bosan. Namun healing bukan berarti harus pergi jauh dan mengeluarkan banyak uang. Cukup dengan tidur yang cukup, berolahraga, menikmati hobi, dan melakukan aktivitas bersama orang-orang terdekat. Cara sederhana ini bisa menyegarkan kembali pikiran.
Namun menariknya, media sosial kini membuat healing menjadi sebuah tren. Ada yang menganggap bahwa healing berarti pergi ke tempat yang indah, mengikuti tren, dan membutuhkan biaya yang tak sedikit. Padahal liburan mewah bisa membuat kita semakin stress karena mengeluarkan banyak pengeluaran, dan healing justru bisa berubah menjadi masalah baru.
Healing juga bukan berarti selalu melarikan diri dari masalah. Ada kalanya kita memang membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak, tetapi ada pula masalah yang harus dihadapi dan diselesaikan. Karena itu, yang terpenting bukan seberapa mahal atau seberapa jauh kita pergi, melainkan apakah aktivitas tersebut benar-benar membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang.
Healing bukan sekadar tren, tetapi juga bukan alasan untuk terus menghindari masalah. Setiap orang memiliki cara berbeda untuk beristirahat dan memulihkan energi. Terkadang healing bisa berupa perjalanan ke tempat yang jauh, tetapi bisa juga sesederhana menikmati sore hari, mendengarkan musik favorit, atau memberikan waktu kepada diri sendiri untuk bernapas dan beristirahat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....