Fenomena Hipdut : ketika Dangdut Bertemu Hip-Hop dan Menjadi Tren Baru
- 05 Sep 2026 19:22 WIB
- Sorong
rri.co.id, Sorong – Ada masa ketika anak muda gengsi mengaku suka dangdut, katanya terlalu kampungan. Tapi kini berbeda, beat dangdut justru bertemu hip-hop, trap dan elektronik akhirnya melahirkan warna baru yakni Hipdut. Sebenarnya dangdut dan hip-hop bukan pasangan yang benar-benar baru.
Dilansir Good News From Indonesia, sebelum istilah hipdut tenar, eksperimen ini udah jalan dari era Saykoji, NDX AKA hingga DJ Remix Koplo. Bedanya waktu itu belum punya nama, belum menjadi sebuah gerakan.
Hipdut baru menemukan momentumnya ketika Gen Z bertemu TikTok. Perpaduan beat trap, kendang koplo, beserta lirik yang sederhana bikin musik ini mudah dinyanyikan dan pas dijadikan sound konten.
Titik ledaknya ada di satu lagu yaitu Garam dan Madu (Sakit Dadaku) karya Tenxi, Naykilla dan Jemsii.
Lebih viral dengan membuka mata banyak orang kalau kolaborasi dangdut dan hip-hop bisa seasyik itu di telinga anak muda. Lagu ini meraih penghargaan AMI Awards dan menjadi salah satu simbol lahirnya hipdut yang ditemia industri musik.
Kemudian muncul lagu Aku Dah Lupa, Mejikuhibuniu hingga sederet lirisan baru dari musisi yang mulai bereksperimen dengan formula serupa. Nama Naykilla, Jemsii Tenxi hingga kolektif Antinrml ikut mendorong hipdut keluar dari sekedar tren TikTok menjadi warna baru di musik Indonesia.
Hipdut tidak meninggalkan dangdut tapi justru mengajak dangdut berbicara dengan bahasa yang berbeda.
Musik Indonesia selalu tumbuh lewat percampuran, seperti dangdut yang lahir dari Melayu India dan Arab. Lalu koplo lahirdari Jawa Timur dan campursari mempertemukan gemelan dan musik modern. Kini giliran hipdut yang mempertemukan budaya lokal dengan selera digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....