Mengenal Sejarah Bulu Tangkis
- 31 Agt 2026 12:40 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, SORONG– Bulu tangkis atau badminton telah lama menjadi salah satu cabang olahraga paling populer di Indonesia, tak terkecuali di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Namun, di balik antusiasme masyarakat yang tinggi dalam memainkannya, olahraga tepok bulu ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang sebelum akhirnya diakui secara global.
Akar permainan bulu tangkis diperkirakan berasal dari permainan tradisional Yunani Kuno dan Mesir Kuno yang dikenal sebagai battledore and shuttlecock. Dalam permainan sederhana tersebut, para pemain menggunakan dayung kayu kecil (battledore) untuk saling menepis kok agar tidak menyentuh tanah.
Perkembangan modern olahraga ini mulai terbentuk pada abad ke-19:
* Permainan Poona di India (1860-an): Perwira tentara Britania Raya yang bertugas di Pune (Poona), India, mengadopsi permainan tersebut dan menambahkan jaring (net) di tengah lapangan.
* Badminton House di Inggris (1873): Para tentara tersebut membawa permainan ini kembali ke Inggris. Olahraga ini kemudian diperkenalkan secara resmi di kediaman Duke of Beaufort di Badminton House, Gloucestershire. Dari nama tempat inilah istilah Badminton resmi digunakan.
* Pembentukan BWF (1934): Federasi Bulu Tangkis Internasional (kini dikenal sebagai Badminton World Federation atau BWF) resmi didirikan untuk mengatur regulasi dan kejuaraan tingkat dunia.
Bulu tangkis mulai masuk ke Nusantara pada era 1930-an melalui perdagangan dan pengaruh kolonial. Perkembangannya berlangsung sangat pesat hingga memicu berdirinya organisasi nasional:
* Pembentukan PBSI (1951): Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) resmi didirikan pada 5 Mei 1951 di Bandung untuk memayungi dan membina para atlet di seluruh Indonesia.
* Gelar Juara Dunia Pertama (1958): Indonesia mengejutkan dunia dengan menjuarai Piala Thomas pada tahun 1958, menumbangkan dominasi negara-negara Barat dan Asia Lainnya.
* Tradisi Emas Olimpiade (1992): Bulu tangkis resmi dipertandingkan di Olimpiade Barcelona 1992. Alan Budikusuma dan Susi Susanti mencetak sejarah dengan meraih medali emas pertama bagi Indonesia.
Sejarah panjang keberhasilan bulu tangkis Indonesia di kancah internasional menjadi bukti bahwa dedikasi dan latihan konsisten dapat membawa nama bangsa ke puncak dunia.
Bagi masyarakat di Kota Sorong dan sekitarnya, memahami sejarah dan nilai-nilai sportivitas dalam bulu tangkis diharapkan dapat terus memotivasi regenerasi atlet-atlet muda lokal untuk berprestasi dan membawa harum nama Papua Barat Daya di tingkat nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....