Evolusi Aturan Bulu Tangkis Dunia

  • 31 Agt 2026 12:42 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Olahraga bulu tangkis yang diminati jutaan masyarakat Indonesia terus mengalami transformasi dari waktu ke waktu. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) secara berkala melakukan penyesuaian aturan main demi meningkatkan kualitas pertandingan, menjaga keselamatan atlet, serta menjadikan olahraga tepok bulu ini semakin menarik untuk ditonton penikmat olahraga secara global.

* Perubahan Sistem Poin (Sistem Rally Point 21):

Salah satu perombakan terbesar dalam sejarah bulu tangkis terjadi saat BWF mengganti sistem *Classic* (15 poin dengan sistem berpindah servis) menjadi Rally Point (21 poin x 3 set). Perubahan ini membuat durasi pertandingan lebih terukur, tempo permainan lebih cepat, dan meminimalkan laga yang berjalan terlalu berlarut-larut.

* Aturan Tinggi Servis Maksimal (115 cm):

Untuk menghilangkan batasan objektif seperti "di bawah pinggang" yang sering memicu kontroversi antara pemain dan hakim servis (service judge), BWF menetapkan tinggi servis maksimal secara mutlak yaitu 115 sentimeter dari permukaan lapangan. Penggunaan alat bantu pengukur ketinggian di tiang net memastikan keadilan bagi pemain bertubuh jangkung maupun pendek.

* Sistem Instant Review (Teknologi Hawk-Eye):

Teknologi kamera penjejak diterapkan untuk membantu keputusan garis in atau out. Setiap pemain diberikan kesempatan melakukan tantangan (challenge) sebanyak dua kali dalam satu set untuk menguji ketepatan keputusannya hakim garis.

* Eksperimen Skor 5x11 Poin:

BWF juga sempat menguji coba format skor pendek 11 poin dengan sistem best of five (tiga kemenangan dari lima set). Format ini dirancang agar setiap reli sejak menit awal berlangsung ketat dan intensitas permainan langsung tinggi.

* Regulasi Servis Bebas Spin (Spin Serve):

Penyesuaian aturan juga dilakukan pada teknik servis unik seperti spin serve (servis yang diputar jari sebelum dipukul) untuk membatasi aksi yang dianggap mengurangi estetika jual-beli pukulan dalam pertandingan resmi.

Dinamika perubahan aturan BWF menuntut para pelatih dan atlet di tingkat daerah, termasuk di Kota Sorong dan wilayah Papua Barat Daya, untuk selalu adaptif. Pemahaman regulasi terbaru menjadi hal krusial agar para pebulu tangkis muda tidak melakukan pelanggaran teknis saat bertanding di kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

Kepatuhan terhadap aturan terbaru serta penguasaan taktik yang relevan akan membentuk karakter atlet lokal yang profesional, siap bersaing, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas di atas lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....