Benarkah Sering Pakai Topi Bikin Botak?
- 25 Jun 2026 21:04 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Topi menjadi aksesori favorit banyak pria dan wanita, baik untuk melindungi kepala dari sinar matahari maupun sekadar gaya. Namun, beredar anggapan bahwa kebiasaan memakai topi terlalu sering bisa menyebabkan kebotakan. Apakah hal ini benar secara medis?
Dikutip Diricare Menurut dr. Aditya Wicaksono, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, klaim tersebut tidak sepenuhnya benar. "Sampai saat ini, tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa memakai topi secara langsung menyebabkan kerontokan permanen atau kebotakan," tegasnya.
Kebotakan pada pria umumnya disebabkan oleh faktor genetik dan pengaruh hormon dihidrotestosteron (DHT), sementara pada wanita bisa dipicu oleh berbagai hal seperti perubahan hormon, stres, atau kekurangan nutrisi. Topi tidak memengaruhi akar rambut atau folikel secara internal.
Namun, dr. Aditya mengakui bahwa dalam kondisi tertentu, topi bisa memperburuk kesehatan rambut yang sudah bermasalah. Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai:
Traksi atau Tarikan Berlebih
Topi yang terlalu ketat dapat menyebabkan traction alopecia, yaitu kerontokan akibat tarikan terus-menerus pada batang rambut. Kondisi ini biasanya terjadi di area pelipis atau dahi. "Jika topi longgar dan nyaman, risiko ini sangat kecil," jelasnya.
- Kelembapan dan Keringat
Pemakaian topi dalam waktu lama, terutama saat cuaca panas, dapat membuat kulit kepala lembap dan berkeringat. Ini menjadi lingkungan ideal bagi jamur Malassezia yang bisa menyebabkan ketombe dan radang folikel rambut (folikulitis). Radang kronis pada folikel dapat mengganggu pertumbuhan rambut. - Kurangnya Sirkulasi Udara
Kulit kepala yang tertutup topi terus-menerus dapat mengurangi sirkulasi udara. Meski tidak langsung menyebabkan kebotakan, kondisi ini bisa membuat rambut lebih rapuh dan mudah patah jika disertai kebiasaan buruk seperti jarang keramas.
Meski demikian, dr. Aditya menegaskan bahwa dampak negatif tersebut bersifat reversibel. Artinya, jika penggunaan topi dihentikan atau diatur dengan benar, rambut bisa tumbuh normal kembali. "Kebotakan permanen karena topi sangat jarang terjadi. Yang lebih sering adalah rambut rontok sementara akibat tarikan atau infeksi jamur ringan," tambahnya.
Tips Aman Pakai Topi:
- Pilih topi yang tidak terlalu ketat dan berbahan menyerap keringat (seperti katun).
- Jangan memakai topi sepanjang hari; beri jeda agar kulit kepala "bernapas".
- Rutin mencuci topi untuk mencegah penumpukan kotoran dan minyak.
- Jika sudah mengalami kerontokan di area tertentu, konsultasikan ke dokter kulit.
Jadi, bagi Anda yang gemar memakai topi, tidak perlu khawatir berlebihan. Kebotakan akibat topi hanyalah mitos selama Anda memakainya dengan bijak. Faktor genetik dan hormonal tetap menjadi penyebab utama kebotakan yang sebenarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....