Simak 6 Sunnah saat Iduladha untuk Raih Pahala Maksimal

  • 27 Mei 2026 02:59 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong — Hari Raya Iduladha merupakan salah satu momen paling agung bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain melaksanakan salat dan menyembelih hewan kurban, terdapat serangkaian amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk menghidupkan malam dan hari raya tersebut.

Mengamalkan sunnah-sunnah ini tidak hanya mendatangkan pahala tambahan, tetapi juga menjadi syiar untuk memperkuat rasa syukur dan kebersamaan antar sesama.

Dikutip akun instagram @aagym, Berikut adalah enam amalan sunnah seputar Hari Raya Idul Adha yang penting untuk diketahui dan dipraktikkan:

1. Mengumandangkan Takbir Sejak Hari Arafah

Berbeda dengan Idul Fitri yang takbirannya hanya satu malam, takbir Idul Adha (takbir muqayyad) dikumandangkan dalam waktu yang lebih lama. Sunnah ini dimulai sejak subuh pada hari Arafah (9 Zulhijah) hingga waktu asar pada hari Tasyrik terakhir (13 Zulhijah). Umat Muslim dianjurkan memperbanyak takbir setiap selesai salat fardu maupun saat beraktivitas.

2. Mandi Besar Sebelum Berangkat Salat Id

Sebelum menuju ke tempat salat Id, umat Muslim disunnahkan untuk mandi besar guna membersihkan diri. Sunnah mandi ini berlaku untuk seluruh anggota keluarga, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak, sebagai simbol kesucian fisik di hari yang fitri.

3. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian

Menghadiri salat Idul Adha dianjurkan dengan penampilan yang rapi, bersih, dan menggunakan pakaian terbaik yang dimiliki (tidak harus baru). Khusus bagi kaum laki-laki, disunnahkan juga untuk memakai wewangian atau parfum yang harum sebelum keluar rumah.

4. Tidak Makan Sebelum Salat Idul Adha

Salah satu perbedaan mencolok antara Idul Fitri dan Idul Adha terletak pada anjuran makan. Pada Idul Fitri, umat Muslim disunnahkan makan kurma atau sarapan terlebih dahulu. Sebaliknya, pada Idul Adha, disunnahkan untuk menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga selesai melaksanakan salat Id.

5. Berjalan Kaki Menuju Tempat Salat

Jika jarak rumah dan tempat pelaksanaan salat Id memungkinkan, berjalan kaki sangat dianjurkan sembari mengumandangkan takbir di sepanjang jalan. Berjalan kaki dinilai lebih utama karena setiap langkah kaki menuju tempat ibadah dicatat sebagai kebaikan.

6. Mengambil Rute Jalan yang Berbeda Saat Pulang

Rasulullah SAW selalu mencontohkan untuk mengambil rute jalan yang berbeda antara pergi dan pulang dari tempat salat Id. Filosofi dari sunnah ini adalah agar kita dapat bertemu, menyapa, dan saling menebarkan salam dengan lebih banyak orang serta tetangga yang melewati jalur berbeda.

Dengan menghidupkan amalan-amalan sunnah ini, perayaan Idul Adha tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan menjadi momentum spiritual yang mendalam sekaligus mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....