Bukan Film Horror Indonesia Biasa, 100 % Shooting di Jepang
- 08 Mei 2026 14:35 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong Selatan – Tahukah anda bakal ada dua film horor Indonesia yang shootingnya 100 persen di Jepang, bahkan saking totalitasnya pemainnya ini sampai dibawa ke hutan terangker dan paling seram di dunia yaitu hutan Aokigahara untuk merasakan atmosfir horor dan supranatural khas Jepang.
Ada dua film yang akan digarap, yang pertama ada film The Scarecrow Valley, yang mengangkat cerita di salah satu desa di Jepang, isinya ada ratusan boneka seukuran manusia yang ditaruh di jalanan, depan rumah bahkan di sekolahan. Katanya hal ini sebagai pengganti penduduknya karena turunnya populasi angka kelahiran di Jepang.
Sepertinya film ini akan mengemas ceritanya dengan sudut pandang yang unik sekaligus menyeramkan. Film ini bergenre folk horor, yang menggabungkan mitos dan legenda jadi seramnya itu bukan dari hantu saja tapi atmosfir dan cerita legendanya yang bakal bikin kita merinding
Dan untuk ketahuan anda, ini adalah debut horornya Vanesha Prescilla. Ia bakal adu akting dengan Guilio Parengkuan dan menjadi sepasang kekasih.
Film kedua yang tidak kalah seram juga, judulnya Jikobukken. Di Jepang istilah ini memang nyata buat sebut property bekas orang mati yang tidak wajar. Jadi kalau anda sewa apartemen murah disana harus hati – hati bisa jadi mungkin itu Jikobukken. Di Jepang ada Maps khusus buat cek sebuah bangunan apakah itu termasuk Jikobukken atau bukan.
Film ini dibintangi oleh Yumi Kwandi dan Dimas Anggara. Yang unik dari dua film ini punya hawa yang sama. Ada satu aktor yaitu Yumi Kwandi yang main di dua film ini tapi tentu perannya berbeda.
Yang istimewah dari film ini juga adalah karena di Sutradarai sekaligus ditulis skenarionya oleh Billy Christian, dia ini adalah penghasil film – film horor di Indonesia di antaranya ada Tuyul Part Satu, sampai yang paling ikonik itu ada Petak Umpet Minako. Dengan ciri khasnya yaitu wujud hantunya ini beda dari film horor Indonesia kebanyakan.
Dalam press conference sang sutarada sekaligus penulis naskah menyampaikan treatment untuk dua film ini mau bikin penonton merasa horor psikologis yang bikin kepikiran sampai pulang ke rumah. Vibesnya tentu akan berbeda dari film horor Indonesia biasanya. Film ini baru akan syuting di bulan Mei 2026 di Jepang, jadi anda bisa pantau terus di Media sosialnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....