Kilau Tahan Lama: Begini Tips Merawat Cermin agar Awet dan Bebas Noda
- 27 Apr 2026 22:28 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID–SORONG, Cermin bukan hanya sekadar benda fungsional, tetapi juga elemen dekoratif yang memberi kesan luas dan elegan pada ruangan. Sayangnya, tanpa perawatan yang tepat, permukaannya bisa cepat kusam, timbul bercak hitam di bagian tepi, bahkan lapisan belakangnya terkelupas. Merawat cermin agar tetap awet sebetulnya mudah, asal tahu pantangan dan kebiasaan yang benar.
Dikutip IKEA Indonesia, Sari Indrawati desainer interior dan konsultan perawatan rumah tinggal dari Studio Ruang Lestari, banyak orang tanpa sadar melakukan kebiasaan sepele yang memperpendek usia cermin. “Kerusakan cermin paling sering dimulai dari tepian. Begitu pinggiran kaca menyerap air atau cairan pembersih yang berlebihan, lapisan reflektif di belakang kaca akan mulai mengelupas. Itulah awal mula noda hitam yang tidak bisa dibersihkan,” jelas Sari.
Berikut sejumlah tips praktis dari Sari agar cermin di rumah tetap bening dan awet hingga bertahun-tahun:
1. Jangan Semprotkan Cairan Langsung ke Kaca
Kebiasaan menyemprotkan cairan pembersih kaca langsung ke permukaan cermin bisa membuat cairan merembes ke celah antara kaca dan bingkai. Akibatnya, lapisan perak di belakang cermin perlahan rusak dan meninggalkan flek hitam. Selalu semprotkan cairan ke kain mikrofiber terlebih dahulu, baru usapkan ke kaca.
2. Gunakan Kain Lembut Bebas Serat
Kain kasar, tisu, atau lap biasa dapat meninggalkan goresan mikro yang lama-kelamaan membuat permukaan tampak buram. Pilih kain mikrofiber lembut yang daya serapnya tinggi dan tidak meninggalkan serat. Untuk hasil akhir kinclong, gunakan dua kain: satu untuk membersihkan, dan satu lagi yang kering untuk mengeringkan.
3. Lindungi Tepi Cermin dari Kelembapan
Bagian tepi dan sudut cermin adalah zona paling rentan. Saat membersihkan, pastikan tidak ada sisa air yang menetes ke bingkai. Keringkan bagian pinggir kaca secara menyeluruh setiap kali selesai dibersihkan. Jika cermin berada di area basah seperti kamar mandi, aplikasikan lapisan sealant atau clear coat tipis pada tepian belakang cermin sebagai penghalang air.
4. Hindari Bahan Kimia Keras
Pemutih, amonia berlebihan, cuka pekat, atau pembersih abrasif bisa merusak lapisan pelindung kaca dan membuatnya mudah kusam. Gunakan pembersih kaca komersial dengan formula lembut, atau cukup campuran air hangat dengan setetes sabun cuci piring berbahan ringan untuk perawatan harian.
5. Rajin Membersihkan Bingkai dan Sekitarnya
Debu dan kotoran yang menumpuk di bingkai atau lis cermin dapat pindah ke permukaan kaca dan menyebabkan goresan ketika dilap. Bersihkan bingkai secara berkala dengan kuas kecil atau penyedot debu, terutama pada bingkai kayu berukir. Untuk bingkai logam, pastikan tidak ada karat yang menjalar ke kaca.
6. Perhatikan Sirkulasi Udara di Sekitar Cermin
Di ruangan lembap tanpa ventilasi seperti kamar mandi kecil, cermin lebih cepat berjamur dan rusak. Pastikan ada sirkulasi udara yang baik, dan biasakan mengelap embun di cermin setelah mandi. Cara ini tidak hanya menjaga kebeningan, tetapi juga mencegah kelembapan meresap ke balik kaca.
7. Gunakan Lilin Pelindung Secara Berkala
Aplikasikan car wax cair atau wax khusus kaca setidaknya tiga bulan sekali pada permukaan cermin. Lapisan tipis wax menciptakan efek anti-air dan anti-debu sehingga cermin lebih mudah dibersihkan, sekaligus memperlambat proses oksidasi pada lapisan belakangnya.
Sari menekankan, investasi awal berupa kualitas cermin juga menentukan keawetan. “Cermin dengan lapisan belakang yang tebal dan berlapis tembaga cenderung lebih tahan terhadap kelembapan. Jadi, memilih cermin berkualitas sejak awal adalah separuh dari kunci perawatannya,” tutupnya.
Dengan langkah perawatan yang konsisten, cermin kesayangan Anda tidak hanya akan bening memantulkan bayangan, tetapi juga tetap cantik menyempurnakan ruangan dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....