Ini Penyebab Kaca Mobil Tiba-Tiba Berjamur

  • 27 Apr 2026 22:20 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID–SORONG,Munculnya bercak-bercak putih kehitaman pada kaca mobil, terutama di bagian dalam, bukan hanya mengganggu pemandangan tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan berkendara. Banyak pengemudi mengeluhkan jamur yang tiba-tiba muncul dan sulit dibersihkan. Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan kaca mobil berjamur?

Di lansir Oto.id, Menurut Rizal Firmansyah spesialis detailing dan perawatan interior kendaraan dari AutoGlow Detailing Bandung, jamur pada kaca mobil adalah masalah umum yang sering kali berakar dari kebiasaan sepele pemilik mobil. “Jamur tumbuh karena dua syarat utama terpenuhi: kelembapan tinggi dan minimnya sirkulasi udara di dalam kabin. Begitu spora jamur menemukan tempat lembap dan minim cahaya, ia akan berkembang, termasuk di permukaan kaca,” ujarnya.

Rizal memaparkan sejumlah faktor utama yang menjadi pemicu tumbuhnya jamur pada kaca mobil:

  1. Karpet Basah yang Dibiarkan Terlalu Lama
    Air hujan yang terbawa sepatu, tumpahan minuman, atau sisa air dari AC yang menggenang di karpet dasar adalah penyebab paling dominan. Ketika mobil diparkir dalam kondisi tertutup rapat, kelembapan dari karpet menguap dan mengembun di permukaan kaca bagian dalam. Kondisi ini menjadi tempat ideal bagi spora jamur untuk menempel dan berkembang biak.
  2. Filter Kabin dan Evaporator AC Kotor
    Sistem pendingin udara yang jarang dibersihkan menciptakan lingkungan lembap pada evaporator. Dari sana, spora jamur dapat tersirkulasi ke seluruh kabin dan hinggap di kaca. “Banyak yang tidak sadar, hembusan AC yang berbau apek adalah sinyal awal bahwa ada koloni jamur di sistem pendingin mobil,” jelas Rizal.
  3. Mobil Jarang Dijemur atau Terus Diparkir di Tempat Lembap
    Kebiasaan memarkir mobil di garasi bawah tanah yang gelap, lembap, dan tanpa ventilasi akan mempertahankan kelembapan dalam kabin. Begitu pula mobil yang tidak pernah terkena sinar matahari langsung cenderung lebih mudah ditumbuhi jamur karena spora tetap hidup di lingkungan dingin-lembap.
  4. Sisa Uap Makanan dan Minuman
    Makanan panas atau minuman yang dikonsumsi di dalam mobil menghasilkan uap air yang menempel di kaca. Jika tidak dilap atau kaca tidak dibersihkan secara rutin, sisa organik ini menjadi nutrisi bagi jamur.
  5. Kebocoran Karet atau Seal Pintu
    Air hujan yang merembes melalui karet pintu yang sudah getas atau bocor akan mengendap di sela-sela interior dan menguap menjadi embun pada kaca. Genangan tersembunyi ini sering tidak disadari hingga jamur mulai muncul.
  6. Lapisan Film Kaca Berkualitas Rendah
    Penggunaan kaca film atau window tint murah yang tidak memiliki perlindungan antijamur dapat memperparah masalah. Permukaan film yang berpori lebih mudah menyerap kelembapan dan menyediakan tempat bagi jamur untuk tumbuh di antara film dan kaca.

Rizal menyarankan pencegahan sederhana untuk memutus siklus tumbuhnya jamur, “Pastikan karpet dan jok selalu kering, ganti filter kabin setiap 10.000–20.000 kilometer, dan biasakan menyemprotkan cairan antijamur khusus interior sebulan sekali. Jika perlu, letakkan silica gel atau moisture absorber di bawah kursi saat musim hujan.”

Dengan mengenali pemicunya, pemilik kendaraan bisa lebih waspada dan menghindari kaca mobil berjamur yang tidak hanya merusak estetika, tetapi juga mengancam visibilitas dan kesehatan pernapasan penumpang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....