Sisi Gelap Media Sosial yang Jarang Dibahas

  • 21 Apr 2026 12:48 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Media sosial menjadi tempat yang sangat seru untuk dikunjungi setiap hari di dunia maya. Media sosial menjadi ajang untuk berekspresi, terhubung, dan membuka peluang baru. Kita bisa melihat feed dan story yang membahagiakan dan menghibur. Namun dibalik itu semua ada sisi gelap yang sering luput dari perhatian kita. Sisi gelap ini bukan persoalan drama di media sosial, komentar jahat, dan perdebatan panjang di kolom komentar. Tadi ada beberapa hal yang diam-diam memengaruhi cara berpikir dan bagaimana melihat diri sendiri.

Ada satu hal yang jarang disadari adalah bagaimana algoritma di media sosial yang perlahan membentuk diri kita. Apa yang muncul di linimasa media sosial bukanlah suatu kebetulan semata. Namun itu semua adalah hasil dari kurasi mesin yang menandai kebiasaan-kebiasaan kita dalam dunia maya. Maka tidak heran jika linimasa media sosial kita penuh dengan postingan yang berkaitan dengan apa yang kita suka.

Namun perlahan algoritma itu bisa membelenggu kita. Kita seolah hanya hidup di dalam gelembung yang membuat dunia kita sempit. Kita tidak menyadari bahwa ada hal lain di luar sana di luar algoritma yang kita tonton setiap harinya. Akhirnya semua ini membuat diri kita terjebak dalam sebuah algoritma yang itu-itu saja.

Sisi gelap lainnya dari media sosial adalah adanya tekanan yang membuat kita harus terlihat baik-baik saja. Banyak orang yang terdorong untuk menampilkan sisi dirinya yang produktif, bahagia, sempurna, dan sukses. Padahal kenyataanya yang ditampilkan di media sosial hanyalah potongan kecil dari kehidupan seseorang. Yang paling bikin tidak enak, media sosial membuat kita memandingkan pencapaian kita dengan orang lain. Kita bisa jadi merasa tertinggal jika hidup kita tak sesempurna orang lain.

Jika kita menggunakan media sosial tanpa henti bisa jadi kita akan mengalami kelelahan emosional. Scroll tanpa henti akan membuat orak menerima beragam informasi random, emosi, dan berbagai opini pro dan kontra yang membuat kita akan kehilangan arah. Kita bisa merasakan perasaan marah, iri, sedih, dan cemas dalam satu waktu. Perasaan itu muncul semata-mata karena pengaruh buruk media sosial bukan karena hidup kita yang pedih.

Yang lebih jarang disadari adalah kehilangan kemampuan untuk benar-benar hadir di satu waktu. Momen sederhana seperti makan, jalan, ngobrol, dan melakukan aktivitas rasanya akan kurang lengkap jika tidak dibagikan. Akhirnya kebiasaan tersebut membuat kita tidak menikmati apa yang sedang kita lakukan karena berfokus menyiarkan kehidupan kita ke publik.

Meskipun ada sisi gelap dari media sosial, namun bukan berarti sebagai musuh. Media sosial tetap memiliki banyak manfaat. Yang perlu kita lakukan hanyalah adalah lebih sadar bagaimana seharusnya kita mengonsumsi informasi yang dibagikan di media sosial dan menggunakannya dengan bijak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....