Jangan Asal Basah! Ini Cara Menyiram Tanaman yang Baik dan Benar

  • 13 Apr 2026 19:07 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID- Sorong, Aktivitas menyiram tanaman terdengar sederhana, tetapi kesalahan kecil dalam teknik penyiraman justru sering menjadi penyebab utama tanaman layu, busuk akar, bahkan mati. Para pakar hortikultura menegaskan bahwa menyiram bukan sekadar membasahi media tanam, melainkan memahami kebutuhan spesifik setiap tanaman.

"Kesalahan terbesar yang dilakukan pecinta tanaman adalah menyiram terlalu sering atau terlalu sedikit, tanpa memperhatikan kondisi tanah dan lingkungan," ujar Prof. Dr. Ir. Bambang Setyawan, ahli agronomi dari Universitas Brawijaya, dikutip Hobinanam.id.

Berikut adalah panduan cara menyiram tanaman yang baik dan benar menurut Prof. Bambang:

1. Periksa Kelembapan Media Tanam Terlebih Dahulu

Jangan menyiram berdasarkan jadwal tetap, tetapi berdasarkan kebutuhan. Masukkan jari sekitar 2-3 cm ke dalam tanah. Jika masih terasa lembap, tunda penyiraman. Jika kering, barulah siram.

"Banyak orang menyiram setiap hari tanpa mengecek. Akibatnya, akar kekurangan oksigen dan membusuk," jelasnya.

2. Siram di Pagi Hari, Hindari Siang Terik

Waktu terbaik menyiram adalah pagi hari (pukul 06.00–09.00). Pada saat ini, tanah masih dingin dan air dapat meresap sempurna sebelum terkena panas matahari. Hindari menyiram saat siang terik karena air bertindak seperti kaca pembesar yang dapat membakar daun.

3. Siram Hingga Air Keluar dari Lubang Drainase

Pastikan air benar-benar membasahi seluruh akar. Siram perlahan hingga air keluar dari lubang bawah pot. Ini menandakan seluruh media tanam telah basah merata. Buang air yang tergenang di piring pot agar akar tidak terendam.

4. Sesuaikan dengan Jenis Tanaman

· Sukulen & kaktus: cukup 1-2 minggu sekali, jangan sampai tanah terlalu basah.

· Lidah mertua & ZZ plant: siram saat tanah benar-benar kering (sekitar 1-2 minggu).

· Sirih gading & peace lily: lebih suka tanah sedikit lembap, siram 1-2 kali seminggu.

· Lavender: siram saat tanah kering, jangan berlebihan karena rentan busuk akar.

5. Arahkan Air ke Media Tanam, Bukan ke Daun

Menyiram daun secara langsung, terutama pada malam hari, dapat memicu pertumbuhan jamur dan penyakit. Fokuskan aliran air ke permukaan tanah di sekitar pangkal batang.

6. Gunakan Air dengan Suhu Ruangan

Hindari air es atau air panas. Air yang terlalu dingin dapat membuat akar "syok". Dianjurkan menggunakan air yang sudah didiamkan semalaman agar klorin menguap.

Tanda-tanda Kesalahan Penyiraman:

· Kelebihan air: daun menguning, layu meski tanah basah, bau busuk dari media tanam.

· Kekurangan air: daun kering dan keriting, ujung daun kecokelatan, tanah sangat ringan saat diangkat pot.

"Lebih baik kurang air daripada kelebihan. Tanaman umumnya lebih mudah pulih dari kekeringan dibandingkan dari busuk akar," tegas Prof. Bambang.

Tips Tambahan untuk Pemula:

· Gunakan pot berlubang drainase.

· Semprotkan air ke daun tanaman yang menyukai kelembapan tinggi (seperti pakis) di pagi hari.

· Kurangi frekuensi penyiraman saat musim hujan atau cuaca dingin.

Dengan teknik penyiraman yang tepat, tanaman hias maupun produktif akan tumbuh subur, sehat, dan tahan lama. "Menyiram itu seni dan ilmu. Pelajari tanaman Anda seperti belajar teman baru," pungkas Prof. Bambang.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....