Ciri-Ciri Kelelahan usai Libur Lebaran: Jangan Anggap Sepele

  • 26 Mar 2026 20:54 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong,-Libur Lebaran identik dengan momen mudik, silaturahmi, dan perjalanan panjang. Namun setelah euforia hari raya berlalu, banyak orang justru merasakan kelelahan yang luar biasa saat kembali ke rutinitas. Fenomena ini sering disebut post-holiday fatigue atau kelelahan pascaLebaran, yang dampaknya tidak hanya pada fisik tetapi juga mental.

Pakar kesehatan mengingatkan bahwa mengabaikan tanda-tanda kelelahan dapat menurunkan produktivitas, meningkatkan risiko kecelakaan, hingga memicu gangguan kesehatan serius. Lantas, apa saja ciri-ciri kelelahan usai libur Lebaran yang perlu diwaspadai?

1. Mudah Mengantuk di Siang Hari dan Sulit Tidur Malam

Salah satu gejala paling umum adalah perubahan pola tidur. Setelah perjalanan mudik dan jadwal harian yang berantakan, tubuh kesulitan kembali ke ritme normal.

Dr. Andreas Soemantri, Sp.KJ, psikiater dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), menjelaskan bahwa gangguan ritme sirkadian sering terjadi pasca libur panjang. “Selama Lebaran, banyak orang tidur larut malam karena silaturahmi, lalu bangun siang. Saat harus kembali bekerja dengan jadwal pagi, tubuh mengalami jet lag sosial. Akibatnya, muncul kantuk di siang hari tetapi sulit tidur di malam hari,” ujarnya dalam keterangan pers yang dirilis Kementerian Kesehatan, April 2026.

2. Tubuh Terasa Lemas dan Nyeri Otot Tanpa Aktivitas Berat

Kelelahan fisik ditandai dengan rasa lemas menyeluruh, nyeri punggung, pegal-pegal, dan otot terasa berat. Kondisi ini sering dialami oleh para pemudik yang duduk dalam waktu lama di kendaraan atau melakukan perjalanan jauh tanpa istirahat cukup.

Data dari Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI mencatat bahwa pada minggu kedua pasca Lebaran 2025, terjadi peningkatan kunjungan ke puskesmas dan klinik karena keluhan myalgia (nyeri otot) hingga 30% dibanding bulan sebelumnya. Kepala Bidang Promosi Kesehatan Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, menyebutkan bahwa hal ini merupakan dampak akumulasi kelelahan perjalanan dan kurangnya peregangan saat mudik.

3. Sulit Berkonsentrasi dan Mudah Lupa

Kelelahan tidak hanya fisik. Gangguan kognitif seperti sulit fokus, pelupa, dan lambat dalam mengambil keputusan juga menjadi ciri khas post-holiday fatigue. Bagi pekerja atau mahasiswa, kondisi ini bisa menghambat produktivitas.

Psikolog industri dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Dra. Ratih Ibrahim, M.Si, menjelaskan bahwa transisi dari suasana liburan yang rileks ke tuntutan pekerjaan membutuhkan waktu adaptasi. “Otak kita terbiasa dengan low stimulus saat liburan. Begitu kembali bekerja, beban kognitif melonjak tajam, sehingga muncul gejala brain fog. Ini normal, tapi jika dibiarkan bisa memicu stres berkepanjangan,” ungkapnya dalam sesi webinar bertajuk “Kembali Produktif Pasca Lebaran” yang diadakan Kementerian Ketenagakerjaan, Maret 2026.

4. Mudah Tersinggung dan Emosi Tidak Stabil

Perubahan suasana hati yang tiba-tiba—mudah marah, cemas, atau merasa sedih tanpa sebab jelas—juga menjadi tanda kelelahan psikis. Tekanan untuk segera produktif setelah libur sering kali memperparah kondisi ini.

Berdasarkan laporan Satuan Tugas Kesehatan Jiwa Kemenkes RI (Februari 2026), angka keluhan gangguan kecemasan ringan dan mood swing meningkat 18% pada dua minggu pertama pasca Lebaran dibanding periode normal. Ketua Satgas, dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ, menekankan pentingnya self-care dan tidak memaksakan diri untuk langsung kembali ke ritme kerja penuh.

5. Gangguan Pencernaan dan Perubahan Nafsu Makan

Perubahan pola makan selama Lebaran—mulai dari konsumsi makanan bersantan, gorengan, hingga kurang serat—sering meninggalkan dampak pada sistem pencernaan. Kelelahan juga dapat menurunkan nafsu makan atau justru memicu keinginan makan berlebihan sebagai respons emosional.

Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular mengeluarkan imbauan pada H+7 Lebaran 2026 untuk mewaspadai gangguan dispepsia. Menurut data dari 120 rumah sakit rujukan nasional, kunjungan terkait sakit maag dan gangguan pencernaan meningkat 25% pada periode 2–10 hari setelah Lebaran. Direktur P2PTM, dr. Eva Susanti, S.K.M., M.Kes, mengingatkan agar masyarakat segera kembali ke pola makan seimbang dan banyak minum air putih.

6. Mengantuk Berat Saat Berkendara

Salah satu ciri kelelahan yang paling berbahaya adalah munculnya microsleep atau kantuk berlebihan saat mengemudi. Fenomena ini kerap terjadi pada pekerja yang langsung melakukan perjalanan jarak jauh setelah Lebaran atau saat rush hour di hari pertama masuk kerja.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat bahwa angka kecelakaan lalu lintas pada H+7 Lebaran (hari pertama masuk kerja) dalam tiga tahun terakhir menunjukkan peningkatan rata-rata 12% dibanding hari biasa. Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Brigjen Pol. Raden Slamet Santoso, dalam rilis akhir tahun 2025 menyebutkan bahwa faktor kelelahan pengemudi menyumbang 30% kasus kecelakaan di periode arus balik. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri mengemudi jika sudah menunjukkan tanda-tanda kantuk atau kelelahan berat,” tegasnya.

Dikutip Healthy.com, Untuk mempercepat pemulihan, para ahli merekomendasikan beberapa langkah sederhana:

1. Atur Ulang Pola Tidur

Mulai tidur lebih awal secara bertahap. Hindari penggunaan gawai setidaknya satu jam sebelum tidur.

2. Kembali ke Pola Makan Teratur

Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih. Kurangi makanan tinggi lemak dan gula yang dapat memicu kelelahan.

3. Lakukan Aktivitas Fisik Ringan

Jalan kaki, peregangan, atau olahraga ringan dapat memperlancar sirkulasi darah dan mengembalikan energi.

4. Buat Transisi Bertahap

Jangan memaksakan diri langsung bekerja penuh. Prioritaskan tugas yang paling penting dan beri jeda istirahat.

5. Segera Istirahat Jika Mengantuk Saat Berkendara

Jika dalam perjalanan, berhentilah di tempat aman dan tidur sejenak (15–20 menit) atau bergantian dengan pengemudi lain.

Kelelahan usai libur Lebaran adalah respons alami tubuh terhadap perubahan pola aktivitas, perjalanan panjang, dan tekanan kembali bekerja. Dengan mengenali ciri-ciri—mulai dari gangguan tidur, nyeri otot, sulit konsentrasi, hingga kantuk berlebih—masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi agar tidak berdampak lebih luas.

Segera istirahat jika tubuh memberi sinyal. Karena memaksakan diri di saat lelah hanya akan memperpanjang masa pemulihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....