28 Maret Hari Emansipasi Budak Kisah Pembebasan Tibet

  • 26 Mar 2026 10:59 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Setiap 28 Maret, masyarakat di Tibet Autonomous Region memperingati Hari Emansipasi Budak, atau Serfs’ Emancipation Day. Peringatan ini mengenang pembebasan sekitar satu juta serf dari sistem feodal yang telah berlangsung lama di wilayah tersebut. Para serf sebelumnya hidup terikat pada tanah dan berada di bawah kendali tuan tanah atau bangsawan, tanpa hak milik atau kebebasan sosial yang memadai.

Sejarah Hari Emansipasi Budak berawal dari reformasi sosial besar yang dilakukan pemerintah Republik Rakyat China pada tahun 1959. Reformasi ini membubarkan sistem serfdom di Tibet dan membebaskan mayoritas penduduk dari status budak, membuka jalan bagi perubahan sosial yang lebih egaliter. Menurut pemerintah China, langkah ini merupakan tonggak penting dalam modernisasi dan kemajuan masyarakat Tibet.

Namun, pandangan tentang peringatan ini berbeda-beda. Kelompok Tibet di luar China dan diaspora Tibet mengkritik peringatan tersebut, menilai bahwa Hari Emansipasi Budak digunakan sebagai narasi politik untuk memvalidasi kontrol China atas Tibet. Bagi mereka, sejarah Tibet jauh lebih kompleks dan tidak bisa hanya dilihat dari perspektif resmi pemerintah China.

28 Maret baru ditetapkan sebagai hari peringatan resmi pada tahun 2009, menandai 50 tahun sejak penghapusan serfdom. Pada hari ini, berbagai kegiatan dilakukan, terutama di Lhasa, termasuk upacara bendera, pawai budaya, pementasan musik dan tarian tradisional, serta kegiatan komunitas yang melibatkan warga lokal. Peringatan ini menjadi momen refleksi dan pengakuan terhadap sejarah sosial Tibet.

Terlepas dari perbedaan pandangan, Hari Emansipasi Budak tetap menjadi bagian penting dari sejarah Tibet. Tanggal 28 Maret mengingatkan masyarakat akan perjuangan pembebasan sosial, perubahan masyarakat, dan bagaimana sejarah dapat membentuk identitas dan kehidupan generasi berikutnya. Hari ini juga menjadi pengingat bagi dunia tentang kompleksitas sejarah dan peran politik dalam membentuk narasi nasional. (grace)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....