Pesugihan Sate Gagak Hadir dengan Cerita Horor Seru
- 12 Nov 2025 07:55 WIB
- Sorong
KBRN, Sorong: Film komedi-horor terbaru berjudul Pesugihan Sate Gagak siap menghiasi layar bioskop seluruh Indonesia mulai 13 November 2025. Mengusung konsep yang unik dan berbeda dari kisah pesugihan pada umumnya, film ini menyajikan alur cerita yang memadukan unsur mistis, humor, dan kritik sosial tentang kerasnya hidup.
Dikutip dari berbagai sumber, istilah Pesugihan Sate Gagak sendiri berasal dari kepercayaan masyarakat Jawa yang menganggap burung gagak sebagai simbol mistis pembawa pesan dari alam gaib. Namun, dalam film ini, sate gagak bukan disajikan untuk manusia, melainkan untuk para makhluk halus sebagai bagian dari ritual pesugihan. Tradisi seperti ini kabarnya pernah berkembang di beberapa wilayah Jawa Timur dan dilakukan di tempat sunyi seperti kuburan, hutan, atau gunung.
Film garapan sutradara muda ini mengisahkan tiga sahabat bernama Anto (Ardit Erwandha), Dimas (Yono Bakrie), dan Indra (Benidictus Siregar), yang hidupnya terus dirundung kesulitan ekonomi. Tekanan utang dan impian hidup yang tak kunjung tercapai membuat mereka nekat mencari jalan pintas. Keputusan mereka berubah ketika Indra menemukan buku mantra pesugihan kuno peninggalan kakeknya, yang menjanjikan kekayaan tanpa tumbal manusia, hanya dengan menjual sate dari daging burung gagak untuk para demit.
Awalnya, usaha mereka berjalan lancar. Pembeli pertama datang bukan dari dunia manusia, melainkan sosok-sosok gaib seperti genderuwo, pocong, dan kuntilanak. Trio sahabat itu pun mendadak kaya raya, utang lunas, hidup serba cukup, bahkan Anto hampir berhasil menikahi kekasihnya, Andini (Yoriko Angeline). Namun, kebahagiaan itu perlahan berubah menjadi mimpi buruk ketika para makhluk gaib terus datang dan menuntut sate gagak tanpa henti.
Dengan balutan cerita horor yang dibumbui komedi segar, Pesugihan Sate Gagak tak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga pesan moral tentang keserakahan dan konsekuensi dari memilih jalan pintas. Film ini menjadi salah satu karya yang dinantikan di penghujung tahun 2025 karena mampu menggabungkan unsur tradisi lokal dengan gaya penceritaan modern yang memikat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....