Permainan Legend Layang Layang

  • 21 Okt 2025 09:20 WIB
  •  Sorong

KBRN, Sorong: Bagi banyak orang, bermain layangan bukan sekadar hobi masa kecil, tapi juga kenangan yang sulit dilupakan. Permainan tradisional ini sudah dikenal sejak lama dan kerap menjadi kegiatan favorit anak-anak, khususnya di sore hari saat angin berhembus sepoi. Istilah “layang” sendiri diambil dari kata melayang, menggambarkan gerakannya yang menari bebas di langit biru.

Dulu, layangan umumnya dibuat secara sederhana menggunakan kertas minyak dan rangka bambu. Kini, banyak yang beralih memakai plastik agar lebih kuat dan tahan lama. Namun satu hal yang tak berubah: benang tetap menjadi kendali utama untuk menerbangkannya. Untuk bisa terbang tinggi, dibutuhkan ketepatan waktu, arah angin yang pas, dan kerja sama antara dua orang yang biasanya saling membantu saat awal menerbangkan.

Sayangnya, permainan ini kini mulai jarang terlihat di tengah perkembangan teknologi. Anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibanding bermain di luar rumah. Padahal, bermain layangan tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih ketangkasan, kesabaran, dan koordinasi tubuh. Menurut berbagai sumber sejarah, permainan layang-layang pertama kali muncul di Tiongkok sekitar tiga ribu tahun lalu dan digunakan untuk upacara, perlombaan, hingga kegiatan keagamaan. Meski sederhana, keseruan melihat layangan terbang tinggi di langit tetap memberi kebahagiaan yang tidak tergantikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....