Mengenal Istilah Hypophrenia
- 19 Jun 2025 08:46 WIB
- Sorong
KBRN, Teminabuan : Hypophrenia merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kesedihan yang mendalam dan perasaan emosional yang berlebihan, seringkali tanpa alasan yang jelas yang menyebabkan mereka menangis. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan mental yang lebih dalam seperti gangguan kecemasan dan depresi.
Hypophrenia adalah istilah medis yang menyebutkan seseorang yang tiba-tiba menangis tanpa alasan atau penyebab yang jelas. Penderita hypophrenia bisa merasakan sedih tidak normal sehingga membuatnya menangis tanpa alasan yang jelas dan membawa dampak negatif pada kehidupan pribadinya.
Melansir Siloam Hospital penyebab seseorang mengalami hypophrenia masih belum diketahui secara pasti tetapi berbagai kondisi yang diduga menjadi pemicu seseorang mengalami hypophrenia antara lain :
1. Perubahan Hormon : seperti Kondisi saat hamil, menopause dan atau sedang mengalami menstruasi.
2. Post traumatic stress disorder : gangguan mental yang terjadi karena dipicu kejadian traumatis masa lalu.
3. Gangguan kecemasan : seseorang yang terlalu cemas pada suatu masalah sehingga menyebabkan kelelahan mental. Kondisi ini yang menyebabkan seseorang menangis tanpa alasan.
4. Depresi : Gangguan suasana hati yang menyebabkan seseorang menangis terus menerus dan kehilangan minat terhadap sesuatu yang awalnya disukainya.
5. Organic brain syndrome (OBS) kerusakan otak yang menyebabkan gangguan mental. Kondisi ini biasanya dialami oleh lansia.
6. Pseudobulbar Affect (PBA) : Gangguan neurologis yang terjadi karena terputusnya hubungan atau koneksi antara batang otak, lobus frontal otak besar dan otak kecil. Lobus frontal adalah bagian otak besar yang berfungsi untuk mengontrol emosi sementara otak kecil dan batang otak adalah bagian yang bertugas mengatur refleks dan keseimbangan tubuh.
Kondisi hypophrenia juga menunjukkan sejumlah gejala. Selain menangis tanpa sebab atau alasan yang jelas gejala-gejala yang dialami oleh penderita hypophrenia antara lain :
1. Perasaan sensitif atau mudah tersinggung
2. Sulit untuk diajak berkomunikasi
3. Introvert, sulit diajak bersosialisasi
4. Perubahan emosi yang cenderung sulit dikontrol
5. Merasa malas, banyak pikiran, tidak semangat menjalani hari-hari
6. Memiliki pikiran yang dikuasai pikiran negatif
7. Mudah lelah
8. Tidak nafsu makan
9. Mengalami gangguan tidur
Pada dasarnya hypophrenia adalah kondisi yang dapat ditangani dengan bantuan psikoterapi dan obat-obatan. Psikoterapi yang dimaksud adalah terapi perilaku kognitif, terapi interpersonal, problem solving therapy, dan lainnya. Jika mempunyai gejala yang mengarah pada kondisi hypophrenia jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....